Awas Penawaran Perangkat LunakTrading Forex

NERACA

Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengimbau masyarakat berhati-hati terhadap penawaran perangkat lunak trading forex yang belakangan ini marak diiklankan di berbagai media nasional.

“Masyarakat sebaiknya waspada terhadap penawaran yang menggiurkan dari perusahaan penjual produk perangkat lunak tersebut. Selain harus bersikap rasional, masyakarat juga diimbau mempelajari terlebih dahulu jenis-jenis investasi yang aman. Bappebti tegas tidak pernah memberikan izin atau sejenisnya kepada produk perangkat lunak tersebut,” ujar Kepala Bappebti Tjahya Widayanti.

Sebab, menurut Tjahya Dalam praktiknya, terdapat beberapa perusahaan penjual perangkat lunak trading forex yang memfasilitasi pengguna untuk membuka rekening di pialang berjangka yang sudah mendapatkan izin dan diawasi Bappebti. Melalui penawaran yang dilakukan, masyarakat disuguhi berbagai penawaran investasi yang menggiurkan jika menggunakan perangkat lunak tersebut.

Perusahaan penjual juga menyampaikan perangkat lunak tersebut dapat menganalisis data transaksi forex beberapa tahun sebelumnya, serta dapat melakukan investasi secara otomatis (auto pilot) dan memberikan keuntungan yang besar tanpa mengganggu kegiatan sehari-hari calon investornya.

“Untuk mencegah kerugian di masyarakat, Bappebti kini telah meminta lembaga penyiaran untuk berkoordinasi lebih dahulu sebelum menyiarkan informasi terkait perdagangan berjangka komoditi. Selain itu, masyarakat diminta untuk selalu mempelajari terlebih dahulu kredibilitas perusahaan dan memastikan aspek legalitas perusahaan sebelum melakukan investasi,” imbuh Sekretaris Bappebti Nusa Eka.

Selama tahun 2019, menurut Eka, Bappebti telah bersikap tegas dengan membokir ratusan perusahaan yang dianggap melakukan promosi dengan menggunakan domain pialang berjangka ilegal.

Selanjutnya, sebagai regulator di bidang perdagangan berjangka komoditi, Bappebti telah mengunggah daftar legalitas pialang berjangka di situs resmi Bappebti.

Sementara itu, Kepala Biro Peraturan Perundang-Undangan dan Penindakan Bappebti M. Syist menyampaikan, Bappebti telah mengenalkan kepada masyarakat metode 7P yang dapat dilakukan sebelum melakukan investasi di bidang perdagangan berjangka komoditi.

“Metode 7P yang perlu dilakukan masyarakat yaitu pelajari latar belakang perusahaan yang menawarkan untuk transaksi, pelajari tata cara transaksi dan penyelesaian perselisihan, pelajari kontrak berjangka komoditi yang diperdagangkan, pantang percaya dengan janji-janji keuntungan yang tinggi, pelajari wakil pialang berjangka yang telah berizin dari Bappebti, pelajari dokumen-dokumen perjanjianya, dan pelajari risiko yang dihadapi,” ucap Syist.

Sementara itu, berdasarkan laman finansialku.com disebutkan bahwa ada beberapa bahaya investasi Forex yang perlu kamu waspadai.Forextergolong jenis investasi dengan risiko paling tinggi. Potensi profitForexmemang lebih tinggi dibanding deposito, saham,atau reksa dana.

Akan tetapi, risikonya pun lebih besar. Hal tersebut sesuai dengan salah satu prinsip dasar dalam investasi adalah “High Risk High Return“. SebelumtradingForex, kenalilah risiko bahayanya berikut ini sebelum kamu menyesal.

Kurs dapat berubah drastis pada waktu yang singkat. Hal ini menyebabkan gejolak pasar menjadi tidak dapat diprediksi. Jadi, harus mengerti sifat pasar yang selalu bergejolak. Apalagi jika memasangLeveragetinggi, kamu perlu berhati-hati.

Suku bunga dapat dianggap sebagai biaya atau nilai dari sebuah mata uang.Kebijakan moneter di setiap negara terhadap perubahan suku bunga berhubungan dengan nilai persentase laba-rugi untukSwap Point. Ini perlu kamu kamu waspadai juga.

Jika kondisi likuiditas sedang rendah, maka jumlahordermenjadi sedikit. Hal ini menyebabkan jual-beli tidak sesuai dengan kurs yang diharapkan. Spreadakan melebar dari biasanya dan mengakibatkan kondisitradingjadi tidak menguntungkan.

Biasanyatrading forexdilakukan via internet. kamu dapat mengakses dan menggunakan sistem yang disediakan oleh perusahaantrading.

Jika terjadi masalah dalam komputer yang kamu gunakan atau kendala dalam mengakses internet, maka risikonya tidak dapat melakukan transaksi pada saat itu.

Volatilitas merupakan besaran perubahan harga yang menunjukan fluktuasi pasar dalam satu periode tertentu. Volatilitas juga disebut “market mood”. Hal ini dikarenakan kamu akan melihat harga bisa melonjak tajam atau bahkan terjun bebas melemah. Jika ini terjadi, itu artinya sedang terjadi volatilitas tinggi.

BERITA TERKAIT

Permendag 24 Tahun 2020, Optimalkan Serapan Bulog

NERACA Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Untuk…

Respon Positif Kebijakan Penanganan Covid-19, Kepercayaan Pasar Mulai Tumbuh Kembali

Jakarta – Di tengah pandemi virus corona (covid-19) yang sedang fokus diatasi pemerintah, kabar baik muncul dari pasar uang dan…

Implementasi Kartu Prakerja Harus Dipercepat

NERACA Jakarta - Dalam rangka melindungi para pencari kerja dan pekerja formal atau informal yang terkena dampak langsung dari berkurangnya…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Cegah Penyebaran Covid-19, Kemendag Tunda TEI ke-35 Tahun 2020

NERACA Jakarta – Demi memutus rantai virus Covid-19 maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan menunda pelaksanaan Trade Expo Indonesia…

Atasi Covid-19 Kerjasama Global Dilakukan

NERACA Jakarta – Sudah waktunya melakukan kerja sama global untuk mengatasii Covid-19. Hal itulah yang dilakukan oleh pemerintah yang diwakili…

Permendag 24 Tahun 2020, Optimalkan Serapan Bulog

NERACA Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Untuk…