Bank DKI Menunggu Momentum Tepat - Targetkan IPO Semester I 2020

NERACA

Jakarta – Wacana lama PT Bank Pembangunan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta (Bank DKI) mencatatkan saham perdananya di pasar modal kembali bergulir. Kali ini perseroan menargetkan bakal listing di pasar modal pada pertengan tahun 2020. Namun lebih tepatnya, perseroan masih menunggu momentum yang tepat.

Direktur Kredik UMK dan Usaha Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi mengatakan, kendala perseroan untuk menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) lebih masalah pertimbangan kondisi pasar dan bukan politik,”IPO kita targetkan tahun ini, kita progresnya sudah siap ya, cuma kan masalah menunggu momentum,”ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Momentum yang di maksudkan oleh Babay adalah kondisi dunia secara keseluruhan stabil, baik dari sisi ekonomi maupun politik dunia. Pasalnya, saat ini Tiongkok sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia tengah kewalahan dengan adanya virus korona dan membuat ekonomi negara lainnya ikut melesu.“Sekarang ada musibah di Tiongkok, pasti akan menurunkan pertumbuhan ekonomi di Tiongkok sendiri, bahkan di negara-negara di sekitarnya di mana ekspornya juga banyak ke sana. Akibat musibah itu beberapa lembaga ekonomi mengoreksi prediksi pertumbuhan tahun ini, sampai negatif 0,2%,”jelasnya.

Rencananya saham perusahaan yang akan dilepas sekitar 10 sampai 20%. Namun, lebih tepatnya pihaknya belum menentukan angka pastinya. Bank DKI jika sudah melantai di bursa akan melakukan penetrasi pasar di sekitaran kota penyangga Jakarta. Mulai dari Bekasi, Bogor, Tangerang hingga Depok.“Kita akan mengembangkan dari pusat kota ini ke daerah-daerah yang urban di sekitar Jakarta, karena itu akan lebih sustain, lebih terkontrol dan dari sisi kue ekonomi kan sebenernya Jakarta yang paling banyak dibanding daerah lain. Kan itu harus disiapkan juga SDM-nya, infrastruktur teknologinya,”jelasnya.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini pernah mengatakan, persiapan rencana IPO berjalan dengan baik, termasuk dari sisi perizinan dari DPRD DKI. Perseroan juga telah menggandeng penjamin emisi. "Namun kondisi pasar belum memungkinkan. Kami juga harus hati-hati, jangan sampai nanti setelah IPO harga sahamnya semakin merosot. Kami rencanakan dilakukan tahun depan, tapi itu juga akan tergantung dengan kondisi pasar," kata Herry.

Bank DKI berencana melakukan IPO dengan menggunakan buku kinerja semester I 2020. Selain itu, dalam rangka mengoptimalkan pendapatan sektor pajak, Bank DKI menargetkan 12.000 wajib pajak dari kalangan hotel restoran dan kafe (horeka) dapat terkoneksi dengan sistem pembayaran pajak online tahun ini.

Untuk mewujudkan target tersebut, Bank DKI menandatangani perjanjian kerja sama dengan Cartenz Group untuk menerapkan sistem pajak online untuk Jakarta atau Tax Online System for Jakarta (Toska). Melalui Toska, wajib pajak dapat memonitoring data transaksi usaha kapan saja dan dimana saja serta akses untuk mendapatkan laporan pajak terintegrasi atas objek pajaknya yang dapat dijadikan sebagai pedoman pembayaran dan pelaporan pajak.

BERITA TERKAIT

Ancaman Covid-19 - Reksa Dana Terproteksi Marak Diterbitkan

NERACA Jakarta – Meskipun kondisi pasar modal saham lesu, namun minat penerbitan produk investasi di pasar masih ramai. Berdasarkan siaran…

Jaga Stabilitas Harga Sahan - Telkom Buyback Saham Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Melaksanakan anjuran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah untuk memperbaiki ekonomi dan melakukan stabilisasi harga saham…

Dukung Physical Distancing - Sisternet-Siberkreasi Lakukan Kelas Edukasi Online

NERACA Jakarta - Mewabahnya COVID-19 di Indonesia tidak menghalangi PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melalui Sisternet untuk terus melanjutkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Beban Keuangan Membengkak - Perolehan Laba Adi Sarana Turun 23,06%

NERACA Jakarta – Di balik agresifnya ekspansi bisnis PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menambah armada baru, namun hal tersebut…

Penjualan Delta Djakarta Melorot 7,38%

NERACA Jakarta – Emiten produsen minuman alkohol, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) membukukan laba bersih sebesar Rp317,81 miliar, melorot 6,01%…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Saraswanti Oversubscribe 19,94 kali

NERACA Jakarta – Di tengah badai penyebaran Covid-19 yang masih, minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal masih tinggi.…