PPM Manajamen Membangun SDM Unggul

NERACA

Jakarta – Merujuk kepada kebijakan pemerintah dimana saat ini menjadi periode kedua dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi konsen dalam pemerintahannya bersama Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin, dalam menicptakan SDM Unggul Indonesia Maju.

Indonesia sebagai Negara besar yang saat ini menitik beratkan kepada pembangunan 4.0. Dalam sebuah kesempatan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pernah mengatakan “SDM Unggul, Indonesian Maju” adalah Indonesia yang tidak ada satu pun rakyatnya tertinggal untuk meraihcita-citanya; Indonesia yang demokratis, yang hasilnya dinikmati oleh seluruh rakyat.

Untuk kesekian kalinya lembaga pendidikan manajemen pertama di Indonesia, PPM Manajemen kembali menjamu stakeholder-nya, Media Massa, dimana dinilai bukan hanya sekedar ramah-tamah, tetapi pertemuan yang dijuluki “Meet Media Darling” ini juga membahas keadaan pengembangan dan kualitas SDM Indonesia dewasa ini.

Direktur Eksekutif PPM Manajemen, Prof. Bramantyo Djohanputro, MBA, Ph.D, QIA, CRMP, CRGP, CAC, ACAC mengatakan kontribusi PPM Manajemen dalam pembentukan SDM Unggul Indonesia, tersebut dikelompokkan menjadi dua jalur. Pertama, Pengembangan individual atau personal. Kedua, pengembanganorganisasi.

“Untuk pengembangan individual, melalui pendidikan bergelar kita punya PPM School Manajemen yang sudah menancapkan taji di Internasional, Go Global. Hal itu dibuktikan dengan program Abroad Partner Universities yang sudah menjalin kerjasama dengan universitas-universitas luar negeri yang beberapanya masuk dalam ranking 100 besar Universitas Dunia dan Asia,” ujar Bramantyo dalam diskusi, di Jakarta.

Lebih jauh Bramantyo menjelaskan, bagaimana PPM Manajemen telah melakukan kerjasama antara lain dengan University of Queensland-Australia, INHA University-Korea Selatan, Kedge Business School – Prancis, Asia University-Republik Tiongkok dan masihbanyak lagi.

“Program Pasca Sarjana (S2) PPM School juga membekali lulusan-lulusannya dengan sertifikasi risk manajemen tingkat nasional, yang biasa kita kenaldengan CRMO dan CRMP.PPM School juga sudah menerapkan program Blended Learning pada program Sarjana (S1). Metode belajarnya 50% online dan 50% tatap muka. Ini diperuntukkan bagi karyawan yang ingin kuliah sambil bekerja,” jelas Bramantyo

Lebih lanjut, PP Manajemen juga menyasar pengembangan individu atau personal, PPM juga menyelenggarakan Public Training, yaitu pelatihan untuk berbagai aspek manajerial danf ungsional manajemen. Melalaui konsep dan metode yang selalu diupdate, praktis, dan partisipatif dari para pesertanya.

“Public Training meningkatkan wawasan dan kemampuan manajerial yang didesain untuk para eksekutif dari berbagai perusahaan ata uorganisasi. Lulusannya tak kuran gdari 6500 orang per tahunnya. Dengan lebih dari 100 judul training telah terselenggara,” imbuh Bramantyo

Attinya, Bramantyo mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan produk-produk yang unggul untuk mendukung peningkatan kualitas individu dan organisasi yang berdampak pada peningkatan social dan ekonomi yang berkelanjutan.

Sehingga untuk untuk menopang kebijakan kami, kami memiliki tak kurangdari 100 Staf Fungsional yang berprofesisebagai coach, trainer, konsultan, asesor yang bersertifikasi keahlian internasional,” papar Bramantyo.

Atas dasar itulah Bramantyo mengakui bahwa PPM Manajemen merupakan Institusi manajemen pendidikan pertama yg dapet sertifikat ISO 9001:2015.

Harapannya dengan keberadaan PPM Manajemen dalam dunia pendidikan, berkontribusi kepada SDM Unggul di Tanah Air demi menopang pembangunan yang saat ini terus dilakukan oleh pemerintah.

Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono mengatakan pemerintah saat ini tengah berfokus mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam rangka mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) selaku lembaga tinggi yang berwenang dalam pembangunan manusia melihat pembangunan SDM Unggul secara utuh dengan perspektif Human Capital Life Cycle (Siklus Kehidupan SDM).

Siklus tersebut dapat dilihat dalam lima fase kehidupan yaitu pertama, ibu hamil dan pendidikan anak usia dini secara holistik integrative. Kedua, pendidikan dasar dan menengah. Ketiga, pendidikan tinggi,. Keempat, angkatan kerja dan keluarga, dan terakhir yautu lansia.

BERITA TERKAIT

Permendag 24 Tahun 2020, Optimalkan Serapan Bulog

NERACA Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Untuk…

Respon Positif Kebijakan Penanganan Covid-19, Kepercayaan Pasar Mulai Tumbuh Kembali

Jakarta – Di tengah pandemi virus corona (covid-19) yang sedang fokus diatasi pemerintah, kabar baik muncul dari pasar uang dan…

Implementasi Kartu Prakerja Harus Dipercepat

NERACA Jakarta - Dalam rangka melindungi para pencari kerja dan pekerja formal atau informal yang terkena dampak langsung dari berkurangnya…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Cegah Penyebaran Covid-19, Kemendag Tunda TEI ke-35 Tahun 2020

NERACA Jakarta – Demi memutus rantai virus Covid-19 maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan menunda pelaksanaan Trade Expo Indonesia…

Atasi Covid-19 Kerjasama Global Dilakukan

NERACA Jakarta – Sudah waktunya melakukan kerja sama global untuk mengatasii Covid-19. Hal itulah yang dilakukan oleh pemerintah yang diwakili…

Permendag 24 Tahun 2020, Optimalkan Serapan Bulog

NERACA Kementerian Perdagangan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Untuk…