Perbankan Diminta Tak Khawatir Bantu UMKM

NERACA

Kudus—Pemda Propinsi Jawa Tengah, Yuni Astuti, berharap lembaga perbankan di provinsi ini tidak perlu khawatir dalam menyalurkan bantuan permodalan kepada sektor usaha menengah kecil (UMK). "Untuk itu, kami sengaja mendatangkan sejumlah perbankan pada acara temu usaha pengembangan kemitraan antara UMK dengan usaha menengah besar (UMB) di Kudus hari ini (19/4)," kata Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) di Kudus,19/4

Kegiatan yang diikuti sejumlah pengusaha golongan menengah kecil serta menengah besar ini, katanya, bertujuan untuk meyakinkan kepada sejumlah lembaga perbankan agar bisa melihat secara langsung kondisi UMK sesungguhnya.

Dengan melihat secara langsung dan bisa berkomunikasi secara langsung, diharapkan lembaga perbankan tidak khawatir dalam menyalurkan kredit permodalan untuk pengusaha kecil, meskipun persyaratan menurut aturan perbankan cukup berat.

Pertemuan ini, katanya, bertujuan untuk mempermudah pengusaha kecil dalam memperluas jangkauan pemasarannya karena bis menjalin kemitraan dengan pengusaha besar yang sudah memiliki jaringan pemasaran yang lebih luas," ujarnya.

Sebetulnya, kata dia, pengusaha kecil tidak ada permasalah dengan pemasaran di tingkat lokal, akan tetapi untuk meningkatkan daya saingnya perlu perluasan pemasaran. Pertemuan ini, diharapkan menjadi ajang pertemuan antara kelompok UMK dengan UMB, agar bersedia melakukan pembinaan terhadap kelompok usaha kecil.

Mayoritas pengusaha kecil di Jateng, katanya, memiliki tingkat kreativitas yang cukup tinggi, meskipun standar kualitas produknya perlu ditingkatkan dengan dukungan modal yang cukup. "Kami berharap, SKPD terkait di masing-masing daerah yang menangani UMKM ikut berperan aktif dalam melalukan pembinaan, terutama peningkatan kualitas produknya," ujarnya.

Related posts