Kemenakertrans Bantu Subsidi Perumahan

NERACA

Jakarta--Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mulai memberikan subsidi perumahan bagi para pekerja/ buruh yang tersebar di seluruh Indonesia. Bentuk subsidi tersebut akan diberikan dalam bentuk subsidi uang muka perumahan, subsidi koperasi buruh dan subsidi iuran jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) di luar hubungan kerja. “Pemberian subsidi kepada buruh diharapkan dapat membantu kehidupan para pekeja dan buruh dan dapat langsung dirasakan manfaatnya,” kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar di Jakarta,19/4

Dikatakan Muhaimin, subsidi tersebut segera disalurkan kepada pekerja dan telah disetujui alokasi anggaran pemberian subsidi itu oleh Dewan Perwakilan Rakyat. "Pada tahun ini, pemerintah menyiapkan anggaran pemberian subsidi bagi pekerja buruh tersebut dan sudah disetujui DPR," tambahnya

Muhaimin mengatakan, program subsidi uang muka perumahan bagi buruh sebetulnya sudah dimulai sejak 2008 sekaligus mempercepat pembangunan rumah-rumah pekerja di sekitar kawasan industri.

Tahun ini, Kemnakertrans mulai mengintensifkan lagi program subsidi uang muka perumahan itu. Muhaimin menambahkan saat ini pemerintah terus melakukan verifikasi data pekerja penerima subsidi tersebut.

Subsidi uang muka perumahan akan diberikan kepada 1.500 pekerja, masing-masing sebesar Rp2 juta. Uang muka tersebut hanya diberikan kepada pekerja yang ingin memiliki rumah. Sedangkan untuk subsidi koperasi, pemerintah menyediakan anggaran bagi 250 koperasi khusus pekerja sebesar Rp20 juta per koperasi.

Adapun subsidi iuran Jamsostek di luar hubungan kerja, untuk mengajak pekerja informal agar menjadi peserta Jamsostek. Nantinya, akan disiapkan anggaran bagi 8.000 orang yang akan mendapatkan bantuan iuran Rp 80.000 selama delapan bulan. “Pemberian subsidi ini akan dikombinasikan dengan subsidi program yang telah diberikan selama ini,” katanya.

Selain itu, Kemnakertrans akan mengajak perusahaan-perusahaan swasta untuk turut membantu pembangunan perumahan pekerja/buruh di sekitar kawasan industri. Pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) maupun rumah susun sederhana milik (rusunami) akan diperbanyak di basis-basis indutri seperti di Batam, Jakarta, Surabaya, Medan, Bekasi dan Tangerang. “Untuk jangka panjang pemerintah telah menyusun langkah-langkah strategis untuk menjamin standar kehidupan yang layak bagi pekerja dan buruh di sekitar kawasan industri,” pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Mensos Serahkan 424 Alat Bantu Dengar di Sulsel - Ringkan Beban Disabilitas Tuna Rungu

Dalam rangka memudahkan komunikasi bagi penyadang disabilitas yang kurang mampu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 425 alat bantu dengar…

Subsidi Gas 3 Kg Rawan Penyelewengan

      NERACA   Jakarta - Kebijakan pemerintah memberikan subsidi terhadap produk liquefied petroleum gas (LPG) kemasan 3 kilogram…

Pedagang LTC Glodok Bantu 100 Ribu Masker

Sebagai bentuk keprihatinan dan juga kepedulian terhadap korban pengungsi Gunung Agung di Bali, ribuan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Asosiasi…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

10 LKM Syariah Kantongi Izin dari OJK

  NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan izin operasi sepuluh Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKM Syariah) yang diharapkan…

BTN Ajak Mahasiswa jadi Entrepreneur Properti

  NERACA Yogyakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. siap mengawal para mahasiswa untuk menjadi entrepreneur muda handal di bidang properti…

Bank Muamalat Resmikan Unit Program Social Trust Fund Di Bali

  NERACA Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (Bank Muamalat) secara resmi memperkenalkan Unit Program Social Trust Fund (STF)…