Dukung Program Pemerintah, TOTO Gencar Genjot Ekspor

Persaingan pasar industri keramik sanitary di dalam negeri dinilai semakin kompetitif dengan adanya pemain-pemain baru di industri ini, baik yang berinvestasi di Indonesia maupun yang melakukan import. Padahal, industri keramik sanitary di Indonesia sedang lesu dikarenakan rendahnya serapan lokal.Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Keramik Indonesia (Asaki), penurunan permintaan keramik sanitary dirasakan sejak akhir 2017. Sebelumnya, produksi diserap pasar domestik sebesar 70% dan untuk ekspor sebesar 30%, tetapi sekarang porsi serapan lokal hanya sebesar 55% dan sisanya ekspor.

Hal inipun dirasakan PT Surya Toto Indonesia (TOTO) sebagai produsen keramik sanitary di Indonesia yang memiliki afiliasi jaringan internasional. Namun, TOTO sebagai perusahaan yang telah berproduksi di Indonesia dari tahun 1977 sampai saat ini, telah memperbesar strategi bisnisnya dengan menyasar ceruk pasar menengah ke bawah karena dari data yang didapatkan, produk segmen bawah TOTO banyak diserap oleh daerah Indonesia yang belum terjamah produk sanitary, dan menambah penjualan ekspornya ke negara Tiongkok, Amerika, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan negara-negara Timur Tengah. Hal ini dilakukan seiring dengan program pemerintah Indonesia yang tengah menggalakan program ekspor guna menekan defisit neraca perdagangan. Tercatat di semester I-2019, penjualan ekspor TOTO justru naik 3,13% menjadi Rp245,46 miliar, sementara penjualan domestiknya menurun 18,05% (y-o-y) menjadi Rp744,27 miliar.

Presiden Direktur PT Surya Toto Indonesia, Hanafi Admadiredja dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, pasar ekspor memang sangat menjanjikan. Namun, TOTO tetap fokus memenuhi produk-produknya untuk pasar lokal. “TOTO yang telah hadir selama lebih dari 40 tahun di Indonesia, berkomitmen tinggi untuk bisa meningkatkan kualitas standar sistem sanitasi dan kesehatan yang lebih baik dengan teknologi dari Jepang yang berkualitas, efisien dan harga yang terjangkau untuk masyarakat Indonesia, mulai dari kalangan menengah ke bawah hingga menengah keatas (high end),”ujarnya.

Ditambahkan Hanafi, perseroan mengakui bahwa pasar dalam negeri hingga saat ini masih menjadi penopang penjualan. Jika dilihat dari komposisinya, memang ekspor masih 20% dari total produksi, Amerika Serikat (AS), Jepang, dan China masih menjadi negara tujuan utama ekspor produk TOTO, beberapa negara lainnya juga memiliki pasar yang cukup potensial antara lain, Vietnam, Singapura, Malaysia, dan negara-negara Timur Tengah. Walaupun masih ada tantangan-tantangan yang harus dihadapi untuk ekspor, antara lain, masih lesunya ekonomi global dan perang dagang antara AS dan China yang masih terus berlangsung hingga saat ini.

Setelah resmi melakukan proses produksi dari tahun 1977, kini PT Surya Toto Indonesia (TOTO) telah memiliki lebih dari 3.000 dealer yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. TOTO juga telah memiliki 3 pabrik di Indonesia yang berada di Serpong, Balaraja, dan Surabaya. Hingga saat ini, pabrik TOTO di Balaraja menjadi yang terluas dan terbesar dengan memiliki lebih dari 27 hektare (ha) dan memiliki 8 lini produksi. Hampir 95 persen produk TOTO yang terjual di pasaran diproduksi di pabrik Balaraja.

Pabrik yang memiliki lebih dari 4.500 orang pekerja ini telah mengadopsi teknologi terkini dan terintegrasi antar semua lini produksi, dan telah berhasil memperoleh sertifikat dan penghargaan internasional dan nasional, diantaranya ISO 14000, Japan Industrial Standard Certificate, dan Standar Nasional Indonesia,TOP BRAND AWARD, ICSA 2007, BEST CUSTOMER AWARD.

Tak hanya itu, TOTO juga berhasil meraih pengakuan dan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, Kementerian Ketenagakerjaan RI terkait "Penghargaan Kecelakaan Nihil”, Sertifikat PROPER Peringkat Biru dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Sertifikat Produk dari Kementerian Perindustrian.

Hingga saat ini, TOTO telah menjadi perusahaan terkemuka yang berhasil mempersembahkan produk-produk yang bermanfaat dan berkualitas tinggi, memberikan pelayanan prima untuk memenuhi kepuasan pelanggan, melindungi lingkungan dunia dengan menghemat penggunaan sumber daya alam (SDA) dan energi, serta berkontribusi bagi perekonomian Indonesia.

BERITA TERKAIT

Kewenangan Perhitungan Kerugian Negara - Mengembalikan Peran dan Pungsi BPK Pada Khittahnya

Kasus gagal bayar klaim PT Asuransi Jiwasraya menjadi perhatian publik dan termasuk pelaku industri asuransi yang mengaku khawatir bakal memberikan…

BTN Buyback Saham Senilai Rp 275 Miliar

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan pembelian saham perseroan atau buyback saham berkode BBTN tanpa melalui Rapat Umum Pemegang…

Ultrajaya Milk Raup Laba Rp 1,03 Triliun

Sepanjang tahun 2019, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) mencatatkan laba Rp1,03 triliun atau tumbuh 47,94% dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Beban Keuangan Membengkak - Perolehan Laba Adi Sarana Turun 23,06%

NERACA Jakarta – Di balik agresifnya ekspansi bisnis PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menambah armada baru, namun hal tersebut…

Penjualan Delta Djakarta Melorot 7,38%

NERACA Jakarta – Emiten produsen minuman alkohol, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) membukukan laba bersih sebesar Rp317,81 miliar, melorot 6,01%…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Saraswanti Oversubscribe 19,94 kali

NERACA Jakarta – Di tengah badai penyebaran Covid-19 yang masih, minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal masih tinggi.…