Pegadaian Terbitkan Obligasi Rp 10 Triliun

NERACA

Jakarta – Perkuat struktur permodalan guna mendukung pengembangan bisnisnya, PT Pegadaian (Persero) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp10 triliun mulai triwulan II/2020. "Obligasi prosesnya sedang berjalan, izin sudah kami dapat. Nilainya Rp10 triliun dalam dua tahun, untuk tahap awal kami terbitkan triwulan II/2020 ini," kata Direktur Keuangan Pegadaian, Ninis Kesuma Adriani di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, obligasi ini dirancang untuk kebutuhan pendanaan perusahaan dalam 2 tahun ke depan. Untuk tahap awal obligasi akan ditawarkan kepada investor pada April 2020. Emisi awal obligasi berkelanjutan ini disiapkan senilai Rp4 triliun. Perusahaan merancang dapat meluncurkan ke pasar pada April mendatang.

Untuk kelancaran peluncuran obligasi berkelanjutan ini, Pegadaian telah menunjuk lima sekuritas sebagai penjamin emisi efek. Sekuritas ini terdiri dari empat perusahaan yang terafiliasi dengan badan usaha milik negara dan satu manajer investasi dari swasta. Para manajer investasi ini yakni Mandiri sekuritas, Danareksa Sekuritas, Bahana Sekuritas, BNI Sekuritas, dan Indopremier. Ninis menyebutkan, obligasi ini akan dilepas dalam beberapa pilihan tenor yakni 1 tahun, 3 tahun, dan jangka panjang 5 tahun.“Penentuan tenor obligasi ini akan diputuskan tergantung kondisi pasar surat utang ke depan,” katanya.

Dana dari obligasi ini, katanya sebagian digunakan untuk membayar surat utang jatuh tempo senilai Rp2,3 triliun. Selain itu juga digunakan untuk modal kerja. Sementara Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto menegaskan, pihaknya lebih memilih untuk "mempercantik diri" dengan berbagai program saat ini dibanding melakukan penawaran saham perdana atau IPO, sehingga kelak bisa mendapatkan harga penawaran yang lebih tinggi.”Kita sedang mempercantik diri agar ketika dilepas, maka harga yang ditawarkan bisa tinggi," ujarnya.

Dirinya menjelaskan bahwa saat ini sudah banyak investor yang mengantre untuk membeli saham Pegadaian. Namun, perusahaan lebih memilih menguatkan berbagai program agar bisa membuat investor lebih tertarik.”Program yang dikembangkan di antaranya adalah saham emas, digitalisasi, dan lainnya yang mendukung usaha, termasuk dari anak perusahaan," katanya.

PT Pegadaian (Persero) mencatatkan kinerja sepanjang 2019 dengan meraup laba bersih sebesar Rp 3,1 triliun atau tumbuh 12% dan membukukan outstanding pembiayaan (OSL) sebesar Rp 50,4 triliun atau tumbuh 23,3% di atas rata rata industri nasional.“Banyaknya kolaborasi dan sinergi dengan ratusan mitra dari BUMN, swasta, perguruan tinggi dan berbagai organisasi selama 2019 mendorong penambahan jumlah nasabah Pegadaian dari 10,64 juta di tahun 2018 menjadi 13,86 juta di tahun 2019 naik 3,2 juta,” jelas Kuswiyoto.

Sementara kredit macet atau NPL gross sebesar 1,75% dan total realisasi pembiayaan sebesarRp145,6 triliun dan non pembiayaan sebesar Rp4,7 triliun. Kinerja tersebut, didorong oleh sejumlah produk inovatif berbasis digital yang diluncurkan perseroan dan agresivitas dalam menjalin sinergi dan kolaborasi dengan ratusan mitra di Tanah Air. Perseroan juga berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp17,7 triliun, naik 39,3% dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp12,7 triliun. Aset Pegadaian sepanjang 2019 meningkat 23,7%, menjadi Rp65,3 triliun dari tahun sebelumnya Rp 52,8 triliun.

BERITA TERKAIT

Optimalisasi Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK Lewat Aplikasi SIPTL

Dalam pengelolaan negara, prinsip akuntabilitas dan transparansi menjadi hal mutlak guna mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat dan termasuk mencegah adanya potensi…

Bidik Dana IPO Rp 150 Miliar - Bumi Benowo Tambah Land Bank di Gresik

NERACA Jakarta – Di tengah kondisi pasar saham yang lesu, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih…

Penjualan Alat Berat UNTR Masih Terkoreksi

NERACA Jakarta – Penjualan alat berat PT United Tractors Tbk (UNTR) di awal tahun ini masih terkoreksi seiring dengan lesunya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kewenangan Perhitungan Kerugian Negara - Mengembalikan Peran dan Pungsi BPK Pada Khittahnya

Kasus gagal bayar klaim PT Asuransi Jiwasraya menjadi perhatian publik dan termasuk pelaku industri asuransi yang mengaku khawatir bakal memberikan…

BTN Buyback Saham Senilai Rp 275 Miliar

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan pembelian saham perseroan atau buyback saham berkode BBTN tanpa melalui Rapat Umum Pemegang…

Ditopang Layanan Penundaan Kapal - Jasa Armada Bukukan Untung Rp 90 Miliar

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) berhasil membukukan laba bersih Rp90 miliar atau…