Harga Timah Fluktuatif, Tetap Pede Capai Laba Tumbuh 15% - PT Timah Tbk

Neraca

Jakarta – Meskipun harga timah di pasar terus bergerak fluktuatif lantaran ulah spekulan, tidak membuat PT Timah Tbk (TINS) menurunkan target laba ditahun 2012. Pasalnya, perseroan masih optimis pertumbuhan laba bisa tercapai sebesar 15% dan terlebih didukung dengan target produksi tahun ini yang cukup besar.

Direktur Utama Timah Sukrisno mengatakan, pencapaian laba bersih perseroan ditahun 2011 sebesar Rp 869,78 miliar menjadi keyakinan target pertumbuhan laba 15% bisa tercapai,”Kami harapkan bisa dicapai dengan baik," katanya di Jakarta, Kamis (19/4).

Menurut Sukrisno, pertumbuhan laba ini ditopang oleh volume produksi sepanjang 2012 yang berkisar 40.000-45.000 ton dengan harga timah US$ 23.000 per metrik ton atau meningkat dibandingkan dengan realisasi tahun lalu sebesar US$ 19.000 per metrik ton.

Selain itu, Timah juga akan mengembangkan industri hulu guna meningkatkan kapasitas produksinya. Saat ini, mayoritas produksi timah untuk pasar ekspor atau berkisar 95-97%. "Bukannya kita tidak mau jual di pasar domestik, tapi memang serapannya yang kecil. Untuk itu, kita harus meningkatkan produksi," paparnya.

Sementara itu, terkait pembangunan Menara Timah, Sukrisno menambahkan belum memiliki izin dari Kementerian Perhubungan sehingga perseroan masih mencarikan alternatif pembangunannya, antara lain lokasi pembangunan baru dan penghitungan ulang tingginya menara. "Kalau kita cari lokasi baru, maka kita akan memotong panjang menara 15 meter," katanya.

Timah berencana membangun Menara Timah setinggi 54 meter di kawasan Girimaya, Pangkalpinang. Pengkajian ulang ini karena tersangkut Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP).

Bagikan Dividen

Selain itu, hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Timah Tbk (TINS) menyetujui pembagian dividen tunai untuk tutup buku tahun buku 2011 sebesar Rp448,39 miliar. Jumlah tersebut setara 50% dari laba bersih perseroan yang mencapai Rp896,78 miliar. Selain dibagikan sebagai dividen, bagian laba bersih tahun lalu sebesar Rp13,45 miliar (1,5%) dialokasikan untuk Program Kemitraan dan dalam jumlah yang sama untuk alokasi Bina Lingkungan. Seluruh sisa laba sebesar Rp421,48 miliar (47%).

Pada 2011, laba bersih Timah tercatat turun 5% dibandingkan Rp947,9 miliar (Rp188,3 per saham) pada 2010. Penurunan laba disebabkan tidak stabilnya harga jual timah yang mendorong perseroan untuk menurunkan volume penjualan. (bani)

Related posts