Pefindo Beri Peringkat A- MTN Tridomain

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menegaskan peringkat A- untuk surat utang jangka menengah (medium terms notes/MTN) PT Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM). Outlook untuk peringkat perseroan adalah stabil. Disebutkan, surat utang jangka menengah yang diberikan rating A-, yakni MTN I tahun 2017, MTN II tahun 2018, MTN III tahun 2018.

Selain itu, peringkat tersebut juga diberikan untuk Obligasi I tahun 2018 dan Obligasi II tahun 2019. Menurut Pefindo, peringkat tersebut mencerminkan posisi Tridomain Performance Materials yang kuat di setiap segmen pasarnya, operasi yang terintegrasi, dan marjin profitabilitas yang stabil. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh kebutuhan modal kerja yang tinggi, struktur permodalan yang moderat, dan paparan terhadap volatilitas harga komoditas dan pertumbuhan ekonomi.

Meskipun demikian, peringkat tersebut dapat ditingkatkan apabila Tridomain Performance Materials menunjukan perbaikan yang berkelanjutan dalam hal struktur permodalan dan perlindungan arus kas, yang diindikasikan dengan rasio utang terhadap EBITDA dibawah 2,5 kali, yang diseimbangi dengan rasio utang terhadap ekuitas dibawah 1 kali dan rasio dana dari operasi terhadap utang diatas 25%.

Pefindo menegaskan, hal tersebut dapat terjadi apabila pendapatan dan marjin profitabilitas perseroan secara material membaik tanpa diikuti kenaikan utang secara signifikan. Selain itu, peringkat dapat diturunkan apabila arus kas perseroan melemah sebagai akibat dari kinerja bisnis yang lebih rendah dari ekspektasi, memanjangnya siklus kas operasi dari yang telah diantisipasi berdampak pada meningkatnya kebutuhan modal kerja menggunakan dana dari pinjaman, dan jika perseroan berutang lebih besar dibandingkan proyeksi awal tanpa diimbangi perbaikan profil bisnis.

BERITA TERKAIT

Kewenangan Perhitungan Kerugian Negara - Mengembalikan Peran dan Pungsi BPK Pada Khittahnya

Kasus gagal bayar klaim PT Asuransi Jiwasraya menjadi perhatian publik dan termasuk pelaku industri asuransi yang mengaku khawatir bakal memberikan…

BTN Buyback Saham Senilai Rp 275 Miliar

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melakukan pembelian saham perseroan atau buyback saham berkode BBTN tanpa melalui Rapat Umum Pemegang…

Ultrajaya Milk Raup Laba Rp 1,03 Triliun

Sepanjang tahun 2019, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) mencatatkan laba Rp1,03 triliun atau tumbuh 47,94% dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Beban Keuangan Membengkak - Perolehan Laba Adi Sarana Turun 23,06%

NERACA Jakarta – Di balik agresifnya ekspansi bisnis PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menambah armada baru, namun hal tersebut…

Penjualan Delta Djakarta Melorot 7,38%

NERACA Jakarta – Emiten produsen minuman alkohol, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) membukukan laba bersih sebesar Rp317,81 miliar, melorot 6,01%…

Debut Perdana di Pasar Modal - IPO Saraswanti Oversubscribe 19,94 kali

NERACA Jakarta – Di tengah badai penyebaran Covid-19 yang masih, minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal masih tinggi.…