Prudential Targetkan Akuisisi Asset Management Rampung di 2012

NERACA

Jakarta – Kesuksesan Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) dalam bisnis asuransi terus berkembang pesat untuk ekspansi, perusahaan asuransi asal Inggris ini berencana merambah bisnis asset management.

Presiden Direktur Prudential Indonesia William Kuan mengakui, rencana perseroan mengakuisisi perusahaan asset management dan langkah tersebut sedang memproses perizinan di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). "Kami sudah masukan berkas-berkas yang diperlukan ke Bapepam-LK dan sekarang masih dalam proses," katanya di Jakarta, Kamis (19/4).

Menurutnya, niat perseroan mengakuisisi aset management sudah disampaikan ke Bapepam-LK pada tahun lalu. Namun, William masih enggan bercerita banyak mengenai alasan merambah bisnis asset management dan target dari rencana tersebut akan dilakukan tahun ini.

William membeberkan, Prudential Indonesia mencatat pertumbuhan dana kelola di tahun 2011 sebesar 23% menjadi Rp 27,5 triliun. Pencapaian itu mengantar perusahaan sebagai lima besar investor di pasar modal Indonesia. "Itu menunjukkan kuatnya penetrasi kami untuk asuransi di Indonesia," ungkapnya.

Dia menambahkan, semakin membaiknya iklim ekonomi Indonesia mendorong minat masyarakat berasuransi. Saat ini rasio solvabilitas (risk-based capital-RBC) syariah mencapai 72%, melebihi ketentuan pemerintah minimal 5%. Sementara RBC perseroan secara keseluruhan mencapai 548%, jauh di atas ketentuan minimal 120%.

Lebih lanjut lagi, William memaparkan bahwa total aset perseroan tercatat Rp 30,9 triliun, meningkat 27,6% dibanding tahun sebelumnya, dengan total pembayaran klaim tahun lalu mencapai Rp 3,9 triliun dari 136.000 kasus. Pendapatan premi tahun lalu mencapai Rp 14,84 triliun, naik 47% ketimbang tahun sebelumnya di angka Rp 10 triliun. “Perseroan membukukan laba bersih Rp 2,6 triliun, meningkat 13%” tambahnya.

William pun menjelaskan peningkatan premi didukung naiknya pertumbuhan partnership distribution hingga 84% menjadi Rp 2,4 triliun. Produk unit link juga laris manis, yakni meningkat 48,5% menjadi Rp 14,5 triliun, dengan jumlah nasabah 8,9 juta--1,4 juta di antaranya pemegang polis.

Sedangkan Direktur Keuangan Prudential Indonesia Ahmir ud Deen menjelaskan bahwa kendati pasar modal cukup volatil tahun lalu, Prudential Indonesia masih membukukan pertumbuhan dana kelolaan sebesar 23% menjadi Rp 27,5 triliun dibandingkan 2010. “Hampir 60% dari dana tersebut dikelola di instrumen saham,” katanya.

Related posts