BI Percepat Transaksi Kliring

NERACA

Jakarta---Untuk meningkatkan pelayanan sistem pembayaran non tunai bagi masyarakat melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), Bank Indonesia telah meluncurkan mekanisme penyelesaian transaksi (setelmen) untuk transfer kredit pada SKNBI yang sebelumnya hanya dua kali menjadi empat kali sehari.

Dalam situs resmi Bank Indonesia (BI), disebutkan tambahan waktu tersebut diharapkan dapat menjembatani kebutuhan masyarakat dan bank peserta akan waktu setelmen yang lebih cepat.

Selain itu bagi perbankan, penambahan periode setelmen memberikan manfaat dalam rangka mengelola likuiditas harian yang lebih optimal karena dengan mekanisme ini bank dapat memanfaatkan hasil kliring lebih cepat dari sebelumnya.

Bagi masyarakat, diharapkan dengan penambahan layanan ini dapat lebih mempercepat penerimaan dana oleh penerima transfer, sebab bank penerima dana wajib menyelesaikan transfer yang diterima kepada rekening nasabah penerima segera setelah dilakukan setelmen oleh Bank Indonesia sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, tambahan layanan ini tidak disertai tambahan biaya kliring yang dibebankan kepada bank, sehingga bank diharapkan tidak menambah biaya kepada masyarakat atas layanan tambahan tersebut.

Mekanisme kliring baru ini atau yang dipopulerkan dengan istilah "close to real time" diharapkan dapat semakin mendukung kegiatan ekonomi masyarakat dengan proses transfer dana yang lebih cepat dan murah dengan tetap mempertahankan kualitas layanan yang ada.

Minggu lalu, nilai transaksi kliring perbankan di Sumatera Utara (Sumut) pada Februari 2012 mengalami penurunan sebesar Rp 111,4 miliar atau menurun 0,94% dibandingkan dengan transaksi pada Januari 2012 yang nilainya mencapai Rp 11,82 triliun. “Nilai transaksi kliring selama tahun 2012 mencapai Rp 11,71 triliun di mana volume transaksi warkat sebesar 370.847 warkat. Sementara itu kliring retur pada Februari 2012 mengalami penurunan sebesar 13,18 persen menjadi Rp 148,09 miliar. Jika dilihat berdasar volume, maka kliring retur mengalami penurunan 7,88 persen dari 6.488 warkat menjadi 5.977 warkat,” ungkap Kepala Bidang Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI) Regional Sumut dan Aceh, Mikael Budisatrio, di kantornya, Rabu (11/4/12).

Kalau dilihat perputaran kliring per harinya, kata Mikael, pada Februari 2012 tercatat sebesar Rp 538 miliar dengan jumlah warkat 17.221 atau tumbuh 3,78% jika dibanding pada Januari 2012 di mana perputaran kliring mencapai Rp 558 miliar dengan jumlah warkat 17.659.

Dia menyebutkan, pada bulan yang sama jumlah penolakan cek dan bilyet giro atau cek kosong juga menurun. Dia mengatakan jumlah nilai penurunannya tercatat Rp 118,33 miliar dengan jumlah warkat sebanyak 4.868 warkat. Angka ini, ucapnya, menurun jika dibandingkan pada Januari 2012 yang tercatat sebesar Rp 140,86 miliar dengan warkat sebanyak 5.300. **cahyo

Related posts