Negara Indonesia Dibangun Berdasarkan Kesepakatan

Negara Indonesia Dibangun Berdasarkan Kesepakatan

NERACA

Lebak - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan negara Indonesia dibangun berdasarkan kesepakatan karena rakyatnya memiliki perbedaan agama, suku, budaya, dan bahasa.

"Perbedaan itu hingga kini kehidupan bangsa Indonesia cukup toleransi, harmonisasi, aman, dan nyaman," kata Mahfud MD saat Silaturahmi dan Halakah Kiai Muda se-Provinsi Banten di Ponpes Cidahu Pandeglang, Minggu (2/2).

Para pejuang bangsa itu setelah merdeka Indonesia terbagi dua kelompok, yakni kelompok Islam atau Daarul Islam dan kelompok nasionalis terbuka."Para pendiri bangsa yang nasionalis juga beragama Islam," katanya.

Oleh karena itu, para pendiri bangsa di antaranya ulama besar, seperti K.H. Agus Salim, K.H. Wahid Hasyim, dan K.H. Kahar Muzakkar sepakat negara Indonesia dibangun berdasarkan kesepakatan karena adanya perbedaan itu.

Perbedaan itu, kata dia, menjadikan kekuatan untuk bersatu membangun negara nasionalis yang terbuka. Dengan demikian, kelompok nasionalis itu,termasuk Soekarno dan Bung Hatta, menjadikan Indonesia sebagai Daarul Salam atau negara penuh kedamaian dengan dibangun berdasarkan kesepakatan.

Masyarakat Indonesia memiliki perbedaan agama ada Islam, Katolik, Kristen, dan lainnya. Kehadiran negara tentu harus melindungi semua keyakinanya rakyatnya sesuai dengan kepercayaan masing-masing."Semua agama itu dilindungi oleh Negara," kata Mahfud MD.

Menurut dia, negara Indonesia memiliki aturan-aturan hukum yang inklusif dan dibangun berdasarkan kesepakatan karena adanya perbedaan agama, suku, budaya, dan bahasa. Negara berdasarkan kesepakatan juga dialami zaman Nabi Muhammad saw. dengan Piagam Madinah sehingga memberikan perlindungan bagi agama lain.

Saat ini, kata dia, perbedaan agama di Madinah terdapat 70 agama juga suku dan kehidupan mereka terlindungi. Bahkan, istrinya, Siti Aisyah, diutus Nabi Muhammad untuk menyampaikan kepada warga Nasrani agar tidak ketakutan terhadap negara Islam.

Ajaran Islam sangat mencintai kedamaian juga melindungi semua golongan, toleransi, dan menghormati perbedaan. Kehadiran negara Islam juga tidak mengajak kepada mereka Yahudi, Majasi untuk menganut agama Islam.

"Nabi Muhammad diutus ke muka bumi itu untuk membawa agama yang lurus dan menyejukkan juga toleran terhadap perbedaan," katanya menjelaskan.

Kemudian Mahfud kembali mengatakan umat Islam wajib menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena kemerdekaan dari hasil perjuangan alim ulama yang memelopori mendirikan negara sendiri.

"Dengan berdirinya negara sendiri maka umat Islam dapat melaksanakan ibadah merasa aman dan nyaman," kata Mahfud.

Menurut Mahfud, dahulu masyarakat di bawah kepemimpinan penjajah tentu tidak merasa aman dan nyaman untuk melaksanakan ajaran Islam.

Zaman sebelum merdeka, dimana umat Islam untuk melaksanakan ibadah haji saja ke Mekkah begitu susah juga perjalanan menempuh selama enam bulan dengan kondisi minimnya fasilitas juga tidak terpenuhi makanan dan kesehatan. Perjalanan enam bulan itu jika meninggal dunia di atas kapal maka jasadnya dilempar ke laut tanpa dishalati maupun dikafani. Ant

BERITA TERKAIT

Bertahan di Rumah Bagian dari Bela Negara

Bertahan di Rumah Bagian dari Bela Negara NERACA Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono mengingatkan masyarakat yang menjalankan…

Omnibus Law Jangan Bertentangan dengan Mandat UUD 1945

Omnibus Law Jangan Bertentangan dengan Mandat UUD 1945   NERACA Jakarta - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mengingatkan eksekutif dan legislatif…

Air dan Keanekaragaman Hayati Tak Terpisahkan

Air dan Keanekaragaman Hayati Tak Terpisahkan NERACA Jakarta - Direktur Eksekutif Pusat Keanekaragaman Hayati ASEAN (ASEAN Center for Biodiversity/ACB) Dr…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

KLHK Beli Hasil Petani untuk Diberikan Bagi Penguatan Tenaga Medis - Hadapi Corona

KLHK Beli Hasil Petani untuk Diberikan Bagi Penguatan Tenaga Medis Hadapi Corona NERACA Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan…

KPK Koordinasi dengan Pengadilan Tipikor Gelar Sidang Melalui Vicon

KPK Koordinasi dengan Pengadilan Tipikor Gelar Sidang Melalui Vicon   NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berkoordinasi dengan Pengadilan…

Supandi Dijagokan Jadi Ketua Mahkamah Agung

Supandi Dijagokan Jadi Ketua Mahkamah Agung NERACA Jakarta - Hakim Agung Prof Supandi dijagokan sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA) menggantikan…