Tower Bersama Bukukan Pendapatan Rp 310 Miliar di Kuartal I-2012

NERACA

Jakarta - Perusahaan infrastruktur telekomunikasi, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) sepanjang kuartal I 2012 berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp 310 miliar meningkat 45% dibandingkan Maret 2011. Hal ini membuat EBITDA perseroan mencapai Rp 245 miliar meningkat 47% dari periode yang sama tahun lalu. "Kinerja kami terus membaik,"kata CEO Tower Bersama Infrastukktur, Hardi Wijaya Liong, dalam siaran persnya di Jakarta kemarin.

Sementara itu total pinjaman menurut Hardi, per Maret 2012, total pinjaman (gross debt) mencapai Rp 3,586 triliun, sedangkan saldo kas mencapai Rp 414 miliar.

Sehingga jumlah pinjaman bersih menjadi Rp 3,172 triliun. Jika disetahunkan, rasio pinjaman bersih terhadap EBITDA adalah 3,2x. Angka ini lebih rendah dibandingkan rasio yang disyaratkan dalam perjanjian pinjaman Perseroan yaitu 4,5x.

Asal tahu saja, saat ini TBIG memiliki 7.680 penyewaan dan 5.100 site telekomunikasi. Site telekomunikasi tersebut terdiri atas 3.643 menara telekomunikasi, 1.040 shelter-only, dan 417 jaringan DAS. Dengan angka penyewaan menara telekomunikasi sebanyak 6.223, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) meningkat menjadi 1,71.

Hardi mengatakan bahwa pada triwulan terakhir ini perusahaan terus dalam menciptakan pertumbuhan dan meningkatkan kinerja keuangan. "Kami berhasil menambah 678 penyewaan melalui pertumbuhan organik dimana mayoritas dari penambahan tersebut adalah penambahan kolokasi untuk menara yang ada," ujar Hardi.

Hal ini lanjut Hardi, menyebabkan peningkatan rasio kolokasi perseroan dari 1,63 menjadi 1,71 dan penurunan rasio pinjaman bersih terhadap EBITDA dari 3,4x menjadi 3,2x. Dibandingkan dengan triwulan pertama di tahun 2011 pendapatan dan EBITDA perusahaan masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 45% dan 47%. “Aspek yang pakling menggembirakan dari hasil ini adalah bahwa pada triwulan ini perseroan mencapai pertumbuhan organik yang terpesat dalam sejarah perseroan kami, sekaligus rasio leverage (leverage ratio) perseroan secara keseluruhan mengalami penurunan,” ujarnya. (didi)

Related posts