FSRU Jabar Rampung, PLN Bakal Hemat Rp 1,32 T

NERACA

Jakarta - PT Perusahaan Listrik negara (PLN) bisa menghemat biaya bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 1,32 triliun apabila unit penampungan dan regasifikasi terapung atau floating storage and regasification unit (FSRU) di Jawa Barat bisa rampung pada Mei mendatang. Jika FSRU Jawa Barat beroperasi, maka banyak pembangkit listrik milik PLN tak lagi memakai BBM yang harganya kian mahal.

Suryadi Mardjoeki, Kepala Divisi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Gas PLN berharap, gas dari FSRU Jawa Barat bisa mengalir secepatnya. Mulanya, gas FSRU Jawa Barat mengalir pada bulan Januari lalu, namun unit penampung gas alam cair alias liquified natural gas (LNG) ini tertunda menjadi Juli. Kemunduran proyek ini membuat biaya pembangkit yang memakai BBM membengkak. Artinya, beban subsidi untuk listrik naik menjadi Rp 8,28 triliun.

“Jika proyek FSRU lebih cepat satu hari, maka beban subsidi bisa terpangkas Rp 22 miliar. Jadi kalau FSRU rampung dua bulan lebih awal dari Juli ke Mei, maka kami bisa kurangi subsidi Rp 1,32 triliun,” jelas dia di Jakarta, Kamis (19/4).

Besaran subsidi listrik tahun ini awalnya dipatok sebesar Rp 40,45 triliun. Namun, jumlah ini tak cukup. PLN menghitung adanya tambahan subsidi sebesar Rp 49,1 triliun lagi. Alhasil, subsidi listrik tahun ini bisa naik menjadi Rp 89,55 triliun. Pembengkakan subsidi salah satunya disebabkan oleh mundurnya proyek FSRU Jawa Barat, sehingga pasokan gas untuk pembangkit tak cukup.

Mulai Mengalir

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan mengungkapkan,pasokan gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Muara Karang dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tanjung Priok segera mengalir. Maklum, kapal yang berfungsi sebagai terminal penerimaan dan regasifikasi liquefied natural gas (LNG) atau floating storage and regassification unit (FSRU) tengah selesai dikerjakan dan kini sudah berlayar menuju Teluk Jakarta dari Jurong Shipyard, Singapura.

Lebih jauh lagi, Karen memaparkan rampungnya pembangungan kapal tersebut merupakan hal penting karena dengan demikian, FSRU Jawa Barat bisa segera mulai beroperasi.Dengan selesainya FSRU tersebut, Pertamina merencanakan, FSRU Jawa Barat bisa beroperasi pada bulan depan. "Fasilitas ini akan menjalani tahapan pendinginan (cooling down) dan pengetesan (comissioning) dari akhir April dan diharapkan beroperasi komersial Mei nanti," papar Karen.

FSRU Jawa Barat akan menjadi terminal penampungan dan regasifikasi LNG yang pertama beroperasi dari tiga rencana pembangunan FSRU. FSRU ini nantinya akan bisa menampung gas sebanyak 3 juta ton per tahun. Pasokan gas akan dialirkan ke PLTGU Muara Karang dan PLTGU Tanjung Priok sebanyak 400 juta kaki kubik per hari. "Untuk tahap awal, terminal yang dioperasikan oleh Nusantara Regas ini baru akan bisa memenuhi komitmen pasokan ke PLN sebesar 1,5 juta ton per tahun," kata Karen.

Kapasitas tersebut kemudian akan ditingkatkan menjadi sebesar 3 juta ton per tahun. Saat ini, FSRU Jawa Barat telah mendapat kepastian pasokan LNG dari Kilang Bontang sebanyak 11,75 juta ton selama 11 tahun. Nusantara Regas adalah perusahaan gabungan antara Pertamina dan PGN. Kedua perusahaan migas pelat merah itu masing-masing memiliki saham 60% dan 40%.

Selain mengejar keuntungan bisnis, pembangunan FSRU Jawa Barat tersebut juga bertujuan mendukung program pemerintah untuk melakukan diversifikasi energi. Pembangunan FSRU juga merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional tahun 2010.

Inpres juga mengamanatkan dibangunnya FSRU Belawan berkapasitas 2,5 juta ton per tahun dan FSRU Jawa Tengah, berkapasitas 3 juta ton per tahun. Ketiga FSRU diharapkan bisa menutup kebutuhan gas di masa mendatang. Pertamina mencatat, permintaan gas domestik pada 2008 mencapai 2.000 juta kaki kubik per hari. Permintaan diperkirakan akan melejit hingga 4.500 juta kaki kubik per hari pada 2020 nanti. Kenaikan dipicu oleh pertumbuhan kebutuhan pada pembangkit listrik, industri, pupuk, transportasi dan rumah tangga.

Related posts