Ekonomi Hijau Bisa Selamatkan Kalimantan

NERACA

Jakarta---Gerakan ekonomi hijau bisa menyelamatkan kawasan hutan tropis dataran tinggi Borneo (Kalimantan) yang tersebar di Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. "Kami ingin menunjukkan bahwa ekonomi hijau tidak hanya mungkin diterapkan, namun juga lebih menguntungkan secara sosial, ekonomi, dan lingkungan,” Ketua Tim Inisiasi Global Heart of Borneo (HoB) dari WWF, Adam Tomasek di Jakarta,19/4

Menurut Adam, pihaknya merencanakan langkah-langkah teknis untuk mencapai tujuan aliran ekonomi yang menggabungkan antara konservasi dan pembangunan berkelanjutan tersebut. “Kami ingin menunjukkan bahwa ekonomi hijau tidak hanya mungkin diterapkan, namun juga lebih menguntungkan secara sosial, ekonomi, dan lingkungan,” tambahnya

Tomasek mengatakan bahwa hutan tropis dataran tinggi Borneo merupakan salah satu dari beberapa hutan tropis besar yang mampu secara signifikan memitigasi dampak perubahan iklim dunia. "Meskipun area ini sangat signifikan bagi dunia, kekayaan tak ternilai dari kawasan hutan Borneo bisa hilang, bahkan sebelum kita menyadari sepenuhnya nilai dan kekayaan itu," terangnya

Sementara itu Koordinator Nasional HoB WWF Indonesia Wisnu Rusmantoro menjelaskan bahwa ekonomi hijau akan fokus pada strategi tata ruang yang memungkinkan pembangunan dapat dilangsungkan secara berkelanjutan. "Strategi tata ruang ini menyangkut pembagian zona hutan Borneo dalam dua kategori. Yang pertama adalah kawasan konservasi dan kedua kawasan pengelolaan berbasis pembangunan berkelanjutan," kata Wisnu.

Wisnu memaparkan zona konservasi adalah hutan di Kalimantan yang relatif belum tersentuh pembangunan. Kawasan ini rencananya akan digunakan sebagai taman nasional, hutan lindung, dan cagar alam. **cahyo

Related posts