Mayoritas Ibu Hamil Kekurangan Nutri Mikro - Di Indonesia

NERACA

Jakarta---Pembangunan kesehatan di Indonesia belum maksimal member perlindungi terhadap ibu hamil. Masalahnya, sekitar 6 dari 10 ibu hamil di Indonesia mengalami kekurangan asupan nutrisi mikro seperti zat besi, seng, vitamin A dan C, serta asam folat. "Penelitian ini cukup mengejutkan, karena ditemukan pula bahwa lebih dari 50% ibu hamil mengalami kekurangan asupan protein, kata Dr Jacques di Jakarta, Kamis, hasil tersebut didapat setelah melakukan studi dari Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST), di Jakarta,19/4

Seafast yang merupakan lembaga independen yang bernaung di bawah Institut Pertanian Bogor (IPB) ini melakukan studi selama satu tahun, yaitu Agustus 2010 sampai Agustus 2011. “Kondisi ini mendukung banyaknya masalah pada bayi yang baru lahir seperti prematur dan berat badan yang tidak sesuai," terangnya

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mengembangkan SGM Bunda Presinutri yang formulanya mengandung nutrisi esensial yang dibutuhkan ibu untuk melengkapi asupan makanan selama kehamilan dan menyusui dan dikembangkan secara presisi. "Kekurangan nutrisi makro maupun mikro pada ibu hamil dan menyusui akan berdampak pada kualitas kesehatan anak pada masa mendatang," tambahnya..

Sementara itu, Manager Senior Merk SGM Bunda Presinutri Anie Zetga mengatakan dari survei yang dilakukan terungkap bahwa di Indonesia hanya satu dari tiga ibu hamil dari golongan ekonomi menengah ke bawah yang meminum susu khusus ibu hamil. "Hal ini disebabkan mereka (ibu hamil) tidak menyukai rasa susu dan juga harga susu ibu hamil dan menyusui relatif kurang terjangkau bagi ibu hamil," kata Anie.

Oleh karenanya, tambah Anie, SGM Bunda Persinutri hadir dalam varian SGM Bunda Presinutri Hamil dan SGM Bunda Presinutri Menyusui dengan kesegaran rasa jeruk dan mangga yang dijual dengan harga terjangkau. "Ibu hamil cukup menyisihkan Rp3.000 per hari untuk segelas SGM Bunda Presinutri guna membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian ibu hamil dan menyusui," katanya.

Sedangkan Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Dr. Noroyono Wibowo, mengatakan, stres pada ibu menyusui dapat menghambat keluarnya Air Susu Ibu (ASI), dan kalaupun keluar hasilnya tidak akan maksimal. "ASI akan baik kalau ibu menyusui dalam keadaan sehat dan status nutrisinya baik dan benar. Bila nutrisi sang ibu buruk, maka ASI yang dihasilkan ibu akan buruk juga dan dapat menghambat pertumbuhan bayi, kata Naryono di Jakarta, Kamis.

Naryono menambahkan, bila ibu menyusui memiliki kondisi yang kurang sehat, misal tinggi badan 170 cm dan berat badan 32 kg, maka hasilnya akan kurang baik bagi bayi. "ASI akan menjadi baik bila ibu itu memiliki nutrisi yang baik, karena pada dasarnya kebutuhan ASI untuk bayi memang sangat bagus, namun ibu menyusui harus menjaga kesehatan dan pola makanan yang sehat," katanya. **cahyo

Related posts