Merck Proyeksikan Penjualan Naik Hingga 12% - Raup Laba Rp231 Miliar di 2011

NERACA

Jakarta - Pasar farmasi di Indonesia terus bertumbuh karena merupakan pasar yang besar. Pangsa pasar di Indonesia akan tumbuh rata-rata sebesar 13,4%. Hal tersebut membuat produsen obat-obatan, PT Merck Tbk. (Merck) memproyeksikan penjualan produk-produknya di kisaran 11-12% di tahun 2012. Pada tahun 2011, Merck telah mencapai penjualan Rp919 miliar atau naik 15% dibandingkan penjualan tahun 2010 yang tercatat Rp796 miliar.

Sepanjang 2011, Merck mencatat laba bersih Rp231,16 miliar atau meningkat 94,60% dibandingkan laba 2010 sebanyak Rp118,79 miliar. Dari pemasukan tersebut Divis Merck Serono memberikan kontribusi sebesar 45%, divisi OTC (Over The Counter) sebesar 20% dan divisi Bahan Kimia sebesar 35%. "Itu membuat kinerja perseroan lebih bagus," kata Presiden Direktur PT Merck Markus Bamberger, dalam dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (19/4).

Divisi Merck Serono atau penjualan untuk obat yang harus diresepkan dokter, mencatat penjualan sebesar Rp 419 miliar di tahun 2011. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 28% dibanding dengan total Rp327 miliar yang tercata pada tahun 2010.

Sedangkan, untuk divisi Consumer Health Care atau nama lain dari OTC, yang bertanggung jawab untuk produksi, pemasaran dan distribusi obat-obatan bebas atau tanpa memerlukan resep. Di tahun 2011, pendapatan yang dihasilkan mengalami penurunan menjadi Rp180 miliar atau turun 10% dibandingkan tahun 2010 yang tercatat sebesar Rp199 miliar.

“Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya kompetisi yang berdampak pada ketidakseimbangan merek multinasional, serta upaya menkonsolidasi sisi penjualan untuk mengurani ketergantungan pada konsumen- konsumen besar,” terang Markus.

Sementara, untuk divisi penjualan bahan kimia, yang bertanggung jawab atas pemasaran dan distribuksi bahan kimia, reagensia, bahan dasar farmasi dan produksi bahan makanan, instrumen dan alat uji. Telah mencatatkan pendapatan sebesar Rp320 miliar atau meningkat 19% dari tahun 2010 yang hanya mencapai Rp270 miliar. “Divisi Bahan Kimia mencatat kinerja penjualan yang lebih tinggi dari target dalam 5 tahun terakhir, dengan pertumbuhan tahunan rata-rata melebihi 15% setiap tahunnya,” jelas Markus.

Dia menambahkan bahwa keuntungan Merck meningkat karena penjualan dua aset properti berupa rumah di Kemang, Jakarta Selatan dan tanah kosong di Serpong, Tangerang, Jawa Barat, yang memberikan kontribusi keuntungan sebesar 35% dengan total Rp231 miliar. “Kami telah bekerja keras untuk menjadi produsen dan penyedia bahan kimia dan farmasi dengan terus memperluas keahlian, kemampuan dan kompetensi perusahaan untuk memberi nilai tambah bagi seluruh pihak yang berkepentingan,” ujar Markus.

Related posts