The Lady: Film Tentang Perjuangan Suu Kyi

NERACA

Kemenangan peraih Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi dalam pemilu parlemen yang baru saja dilangsungkan di Myanmar, terlihat seperti sebuah terobosan bagi Myanmar yang telah sekian lama di bawah pemerintahan diktator junta militer, untuk hidup dengan bebas dan demokratis. Namun, penting untuk diingat bahwa janji-janji masa lalu mengenai liberalisasi kebanyakan hanya menguap begitu saja seiring waktu.

Ayah Suu Kyi, Jenderal Aung San, adalah pahlawan perjuangan kemerdekaan Myanmar, seorang nasionalis yang berkomitmen. Namun dia dibunuh oleh sekutu yang berubah menjadi saingan ketika Suu Kyi masih kecil. Sebagai putri dari seorang jenderal yang dihormati, Suu Kyi dipandang mampu menjadi seorang pemimpin alami bagi gerakan untuk mengembangkan demokrasi di Myanmar.

Pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, Suu Kyi menjalani kehidupan yang tenang tapi menyenangkan sebagai seorang akademisi Oxford bersama suaminya, Dr Michael Aris, seorang spesialis dalam budaya Himalaya. Ketika kembali untuk menghibur ibunya yang sakit, Suu Kyi setuju untuk menggunakan pamornya guna mendukung gerakan oposisi pada malam pemberontakan 8-8-88. Ini mengawali periode aktivisme yang setelah itu ia dihukum tahanan rumah selama 15 tahun, dan sama sekali tidak diperbolehkan untuk menemui keluarganya.

The Ladysecara gamblang menyampaikan realitas kesepian dari kehidupan Suu Kyi dalam “penjara”-nya, serta tragedi kehidupannya yang memilukan. Dengan menolak visa suami dan anaknya, rezim militer memaksa Suu Kyi untuk memilih antara keluarga atau negaranya. Akhirnya, dia tidak sempat bertemu kembali dengan keluarganya bahkan ketika sang suami, Aris berjuang dengan penyakit kankernya, hingga akhirnya meninggal.

Meskipun film ini jelas dimaksudkan sebagai sebuah film advokasi atas nama koalisi demokrasi Suu Kyi, namunThe Ladymampu mengemasnya secara efektif dengan bumbu asmara yang cerdas, dengan menyorot kepada hubungan Aris dan Suu Kyi yang memang merupakan salah satu cerita besar dalam dunia cinta.

Memang, itu juga merupakan anggapan salah satu kelemahan rezim militer Myanmar yang tidak berhasil berusaha mengeksploitasi kisah ini untuk meredam perlawanan Suu Kyi.

Mantan Miss Malaysia dan aktris legendaris Hong Kong, Michelle Yeoh memberikan kinerja yang luar biasa sebagai Suu Kyi. Demikian juga, David Thewlis (pemeran Aris, suami Suu Kyi) mampu menyelamkan dirinya menjadi seorang Tibetologis mumpuni, yang mampu mengembangkan beberapa drama pedih yang menyentuh bersama Yeoh.

Meskipun penampilan sang aktris tampak jauh lebih elegan daripada tokoh Suu Kyi asli yang tampak lebih kurus akibat penderitaannya, namun pemirsa akan benar-benar percaya bahwa mereka adalah pasangan yang setia.

Menurut laporan, film ini telah dilarang oleh rezim komunis Tiongkok, jadi dengan begini sudah jelas siapakah dalang di balik rezim militer Myanmar? Sebuah film pro-demokrasi yang tegas dan kisah cinta yang benar-benar tulus,The Ladybenar-benar direkomendasikan bagi Anda yang merupakan penggemar Michelle Yeoh dan tokoh pro demokrasi Aung San Suu Kyi yang mulai premiere di New York, AS, pada Rabu lalu (11/4) (bias)

Related posts