Korsel Bantu Manajemen Lingkungan

NERACA

Jakarta---Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia menggandeng sejumlah pakar asal Korea Selatan untuk bekerja sama dalam upaya penyelamatan Sungai Ciliwung. "Kita harus belajar dari negara lain tentang program pemulihan kondisi sungai karena mereka terbukti telah berhasil melakukannya," kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Baltashar Kambuaya dalam Dialog Interaktif Penyelamatan Sungai Ciliwung di Jakarta, Rabu.

Sejumlah pakar manajemen sungai dari Kementerian Lingkungan Hidup Korsel turut diundang Kementerian LH dalam acara tersebut setelah sebelumnya dilakukan penandatangan nota kesepahaman tentang rencana aksi penyelamatan terhadap Sungai Ciliwung. "Mereka akan melakukan penelusuran sungai dari hulu ke hilir, kami juga akan meminta masukan terkait program yang selama ini kami jalankan," kata Baltashar kepada para wartawan.

Menurut Baltashar, keberhasilan pemerintah Korea Selatan dalam melakukan manajemen lingkungan sungai patut dijadikan contoh sehingga dapat menularkan semangat kepedulian yang sama terhadap sungai-sungai yang tercemar di Indonesia.

Kerja sama teknis itu, kata Baltashar, akan bersifat hibah dari pemerintah Korsel, sementara Kementerian LH akan tetap memegang peranan di lapangan dengan masukan-masukan para ahli asal negeri ginseng itu. Dalam Rencana Umum Pemulihan Kualitas Lingkungan Sungai Ciliwung 2010-2030 diperkirakan butuh dana sekitar Rp5,7 triliun guna mendukung program tersebut selama jangka waktu 20 tahun.

Dana tersebut diproyeksikan bagi program pengendalian pencemaran air dan pengendalian kerusakan lingkungan seperti pembangunan WC komunal, pengelolaan sampah, fasilitas biogas, sumur resapan, rehabilitasi lahan, dan pembangunan dam (bendungan). **bari

Related posts