Ciptakan Kualitas SDM dengan Metode NLP - Vice President Head of Learning and Development Rabobank : Andri SM Daulay

NERACA

Knowledge is a treasure, but practice is the key to it; Ilmu pengetahuan adalah harta karun, tapi latihan adalah kunci pembukanya, demikian peribahasa yang menggambarkan sosok Vice President Head of Learning and Development Rabobank Andri SM Daulay. Seorang trainer pengembangan sumberdaya manusia dengan misi menciptakan program pengembangan sumberdaya manusia yang komprehensif dan terintegrasi diseluruh organisasi.

Pria kelahiran Kota Medan ini menuturkan bahwa dalam mencapai misi tersebut, dirinya mempelajari sebuah teknologi yang disebut NLP (Neuro-Linguistic Programming). Inti dari NLP, jelas Andri akrab ia disapa, adalah pemahaman tentang bagaimana individu dapat melakukan seluruh aktifitasnya secara sempurna dengan mempelajari model human excellence.

“Tahapan NLP diuraikan menjadi tiga bagian,” ungkap Andri menguraikan. Neuro yang merujuk pada otak atau pikiran, “Bagaimana kita mengorganisir pikiran dan mental kita.” Seperti proses neurologis; dari melihat, mendengar, merasakan, menghirup dan perabaan, yang kemudian membentuk pengalaman.

Kemudian liguistic adalah mengenai bahasa, “Bagaimana kita menggunakan bahasa tersebut untuk menciptakan makna dan pengaruh tertentu pada pikiran dan kehidupan manusia.” Seperti cara kita menggunakan bahasa untuk mempresentasikan, mengorganisasikan pengalaman dan mengkomunikasikannya dengan orang lain.

Dan programming yaitu urutan proses mental yang berpengaruh atas perilaku manusia dalam mencapai tujuan tertentu, “Artinya bagaimana kita melakukan modifikasi atas proses mental tersebut,” terangnya. Programming merujuk pada strategi dan teknik yang digunakan untuk mengorganisasikan proses internal yang pada akhirnya akan membawa hasil akhir.

Melirik sejarah penemuan NLP, adalah ketika seorang ahli computer programming Dr Richard Bandler dan seorang profesor linguistik, Dr John Grinder bertemu di University of California Santa Cruz sekitar pertengahan tahun 1970.

Mereka tertarik mempelajari keahlian sejumlah pakar dan terapis yang teramat sukses di bidangnya. Metode yang dipergunakan untuk mempelajari keahlian ini disebut sebagai modelling (ilmu memodel). Setelah bertahun-tahun memodel, mereka berdua berhasil mengembangkan seperangkat teknik mental yang yang sangat berguna dalam dunia terapi.

Lantas NLP dipopulerkan oleh Anthony Robbins hingga meluas diseluruh dunia termasuk Indonesia. Ilmu memodel ini dikembangluaskan untuk memodel berbagai keunggulan manusia. Beberapa nama besar yang menggunakan ilmu NLP dalam meraih sukses. antara lain; Bill Clinton, Andre Agassi, Lady Di, Nelson Mandela dan banyak lagi.

Kata Andri NLP adalah salah satu metode mengendalikan dan membentuk pola pikir yang pada akhirnya dapat membentuk sikap dan kepribadian seseorang dalam menyikapi berbagai hal. “NLP adalah cara memprogram pikiran dengan kata-kata yang selanjutnya dapat membentuk pola hidup dan perilaku seseorang,” ungkap pria dengan dua orang putra, Thoriq (10) dan Rizqy (7) buah pernikahannya dengan Sumihandayani asal Yogyakarta.

Lulusan Universitas Andalas-Padang Sumatera Barat ini, memang sarat pengalaman. Secara profesional, Andri menggeluti dunia sales marketing, training and development serta manajemen sumberdaya manusia lebih dari 15 tahun. Beberapa posisi puncak pun pernah dipangkunya. Seperti kala ia bekerja di Bakrie Life, John Hancock Financial, Allianz Life Indonesia, atau pada Institute for Leadership & Life Management.

Pada medio tahun 2006 -2009, Andri bersama beberapa koleganya mendirikan CAS Consulting Indonesia dan mampu membawa CAS tampil sebagai salah satu perusahaan consulting terkemuka di Indonesia dan dunia internasional.

Meski ia telah meninggalkan CAS, namun ia bangga telah memberikan yang terbaik bagi peningkatan sumberdaya manusia di Indonesia. Konon, ia telah melatih sekitar 4000 peserta dalam periodenya, luar biasa.

Profesionalisme Andri sebagai Training Design and Development juga ia buktikan kepada sejumlah clients, seperti PT Bank Mandiri Tbk, Excelcomindo Pratama Tbk, Bank Danamon Tbk, DBS Bank, AREVA T&D, Bogasasi Flour Mills, Medco, Indonesia Stock Exchange, dan lainnya.

Menurut Andri, memahami NLP akan membantu setiap orang dalam mempermudah pencapaian kebahagiaan hidup, kesehatan diri, kesuksesan secara profesional secara lebih konsisten terprediksikan.

“Kita dapat memiliki pengendalian diri yang lebih baik, mempengaruhi kondisi emosi sesuai keinginan, melenyapkan emosi-emosi negatif, dan menciptakan pola-pola unggul dari siapa pun model peran yang anda pilih,” ungkap peraih gelar Master of Management dibidang Human Resource Management pada Universitas Padjadjaran Bandung ini.

Untuk membuat model, jelas Andri, NLP mempelajari cara kita menyusun pengalaman subjektif, cara kita memikirkan tentang nilai-nilai dan kepercayaan, cara kita menciptakan kondisi emosional, dan cara kita membentuk dunia internal di dalam diri kita melalui pengalaman dan pemberian makna.

“Setiap kejadian tidak memiliki makna, kitalah yang memberikannya makna, dan lain orang mungkin akan memberikan makna yang berbeda pada kejadian yang sama. Jadi, NLP mempelajari pengalaman dari dalam,” ungkapnya.

Karena itu NLP dimulai dengan mempelajari komunikator terbaik dan telah berubah menjadi pelajaran komunikasi antar manusia yang sistematis. “NLP bahkan telah berkembang dengan bertambahnya berbagai sarana dan metode praktis yang dihasilkan dari memodelkan orang-orang yang luar biasa,” jelas penggemar photografi dan olahraga golf ini.

Tantangan sebagai seorang trainer, jelas Andri, adalah mengarahkan seseorang untuk meninggalkan sesuatu yang lama (un-learn), “Dia harus dapat meninggalkan pemahaman model atau kebiasaan yang tidak baik, untuk dapat menggantikannya dengan model yang lebih baik (re-learn).”

Kata Andri, dalam proses un learn dibutuhkan cara yang tepat bagi seorang trainer mencari penyebab perilaku yang tidak baik dalam mencapai bentuk penyadaran dari kebiasaan pada sesuatu hal yang tidak baik, “Disinilah tantangan bagi seorang trainer,” ungkap penggagas teori TAO (thingking, acting, dan outcome).

Bila sudah diketahui apa penyebabnya, maka akan lebih mudah untuk menerapkan teknik dalam meninggalkan kebiasaan tersebut dan memahami pemahaman baru yang lebih baik melalui proses metode learning, “Sehingga kita akan mendapatkan outcome (hasil) yang berbeda. Tentu outcome yang memberi dampak positif, bukan hanya pada dirinya, namun bagi orang disekitar dan perusahaan ditempat dirinya bekerja,” ujar dia berharap.

Related posts