Mayapada Akui Penggelapan Dana Rp19,4 M

NERACA

Jakarta---PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) mengakui adanya penggelapan dana nasabah senilai Rp19,4 miliar yang dilakukan oleh petugasnya. "Benar. Ada penggelapan dana nasabah sebesar Rp19,4 miliar berupa deposito yang dipalsukan berdasarkan informasi Kepolisian melalui Kanit Janatum AKP Yunus Saputra," kata Direktur Utama Bank Mayapada Hariyono Tjahjarijadi di Jakarta, Rabu.

Namun menurut Hariyono, kejadian tersebut sudah diproses pada 14 Maret 2012 lalu. Pelaku penggelapan dana juga sudah mengakui perbuatannya dan sekarang dalam penahanan pihak kepolisian.

Lebih jauh kata Hariyono, sebagian besar hasil penggelapan dana nasabah berupa uang tunai dan benda-benda berharga lainnya juga telah diamankan dan dalam pengawasan pihak kepolisian. "Dampak atas kejadian tersebut tidak mengganggu operasional perseroan," tambahnya

Seperti diketahui, Daniel Cristinus Gunawan, karyawan bagian marketing Bank Mayapada Cabang Srijaya, Surabaya, ditangkap setelah menggelapkan duit nasabah senilai Rp19,4 miliar. Polisi menyita berkas aplikasi pembukaan rekening, sembilan buku tabungan fiktif, 18 lembar bilyet deposito palsu, dan dua tabungan Bank BCA.

Daniel dibekuk tanpa perlawanan, Ahad (15/4). Modus kejahatan yang dijalankan lelaki 32 tahun itu sebenarnya sepele. Dia merekrut nasabah yang mau mendepositokan dana mereka di Bank Mayapada. Tapi, sesungguhanya, duit tidak disetorkan atas nama nasabah, melainkan digelontorkan ke sejumah rekening milik Daniel.

Daniel mengelabui enam nasabah dalam kasus ini. Untuk meyakinkan para nasabah, dia memberikan bilyet deposito palsu, sesuai nilai dan jangka waktu deposito yang diminta sang nasabah. Daniel kini sudah dibui. Dia dijerat Pasal 374 KUHP tentang penggelapan perbankan dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.**cahyo

Related posts