Program SAP EBM Janjikan Kemudahan Akses - Kerja Sama AGIT-SAP Indonesia

NERACA

Jakarta - Anak usaha PT Astragraphia Tbk (ASGR), PT Astra Graphia Information Technology (AGIT) bersama PT SAP Indonesia, menawarkan paket program terintegrasi kepada perusahaan di Indonesia bernama SAP Extended Business Member (SAP EBM). Tujuan program ini diluncurkan untuk mendukung peran seluruh anggota dan calon anggota dalam mempromosikan serta menerapkan solusi, baik AGIT dan SAP, melalui value-added reseller.

Menurut Yufina Riandini, selaku Head of Business Development SAP EBM, pihaknya bersama SAP menjual paket program SAP EBM ini kepada anggota maupun calon anggota tanpa dikenai biaya atau gratis. Selain itu, terdapat dua model penawaran yang ditawarkan kepada pelanggan, yaitu solusi milik SAP Indonesia yang ditawarkan dan kombinasi solusi antara AGIT dengan SAP yang dijual kepada pelanggan.

“Dalam program ini kami menawarkan peluang untuk mendiversifikasi, pertumbuhan bisnis perusahaan, dan dukungan para pelanggan perusahaan dalam kapasitas yang lebih besar. Kami tegaskan bahwa partisipasi program ini sukarela atau gratis dan terbuka untuk seluruh perusahaan,” kata Yufina di Jakarta, Rabu (18/4).

Dia melanjutkan, bagi perusahaan yang telah bergabung dalam program SAP EBM, akan mendapatkan beberapa keuntungan, antara lain jaringan akses yang tepat ke sistem-sistem perangkat lunak SAP, secara rutin menerima newsflash, baik konten global maupun lokal. Kemudian, pendidikan gratis (free e-learning) melalui pelatihan sales dan pre-sales serta sertifikasi bagi para konsultan.

“Selain itu, ada marketing support seperti perlengkapan pemasaran, kolateral, dan hak penggunaan logo SAP EBM. Lalu, dukungan mengakses ke sumber informasi berbasis web dan situs SAP Developer Network. Terakhir, kesempatan besar menghadiri lokakarya khusus atau seminar eksekutif yang diadakan SAP Indonesia,” tambah dia.

Sebagai induk usaha, sepanjang 2011 lalu, ASGR membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp139,47 miliar atau naik 17,78% dibandingkan dengan perolehan pada tahun sebelumnya yang hanya Rp118,42 miliar. Kenaikan ini terjadi seiring dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 10,16% menjadi Rp1,72 triliun dari Rp1,57 triliun.

Sementara, jumlah beban pokok pendapatan perseroan tercatat naik 11,55% menjadi Rp1,24 triliun dari Rp1,12 triliun. Hal ini mengakibatkan laba kotor perseroan naik tipis sebesar 6,72% menjadi Rp487,64 miliar dari Rp456,95 miliar. Pada penutupan perdagangan Rabu (18/4) kemarin, harga saham ASGR ditutup naik 50 poin menjadi Rp1.400 per lembarnya dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp18,07 miliar.

Incar timur Indonesia

Sementara itu, General Manager Indirect Business PT SAP Indonesia, Sugiharto Jakinsjah menuturkan, saat ini mayoritas pelanggan SAP berada di wilayah Jadebotabek, dan sisanya di luar Jakarta. Oleh karena itu, pihaknya kini tengah fokus menggarap pasar wilayah Indonesia Timur yang belum terjangkau perseroan.

“Jadebotabek persentasenya mencapai 80%. Sedangkan sisanya yang 20% di luar Jakarta. Itupun sebenarnya kantor pusat mereka (perusahaan) ada disini (Jakarta). Tahun ini, kami fokus tiga kota besar yaitu Medan, Surabaya, dan Makassar,” jelas Sugiharto, kepada Neraca.

Dia juga menjelaskan, hambatan yang dialami SAP selama ini diantaranya kesiapan infrastruktur perusahaan, khususnya teknologi informasi. Bahkan Sugiharto mengklaim, apabila perusahaan bergabung dengan program SAP EBM, dapat meningkatkan efisiensi, transformasi bisnis, dan meningkatkan pertumbuhan perusahaan.

“Dengan berpartner seperti AGIT, kami berharap bisa membuka jalur yang sebelumnya tidak dapat dijangkau. Apalagi, mereka juga punya anak usaha penyedia solusi dokumen, Astra Graphia Document Solutions (AGDS), distributor tunggal untuk Fuji Xerox Co. Ltd.,” tukas dia.

Sebelum diterapkan di Indonesia, SAP EBM telah diterapkan di Jerman, yang juga kantor pusat SAP pada 2009, menyusul China dan India pada 2011 lalu. Perusahaan penyedia perangkat lunak bisnis terbesar dunia ini telah tercatat namanya di Bursa Efek Frankfurt (Frankfurter Wertpapierbörse/FWB) dan Bursa Efek New York (NYSE), dengan kode emiten SAP.[ardi]

Related posts