BNI Genjot Pertumbuhan Kredit 18-22%

NERACA

Jakarta--- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengungkapkan tambahan modal sebesar Rp3,26 triliun dari laba bersih 2012 akan digunakan untuk menggenjot pertumbuhan kredit sebesar 18%-22%. "Dengan laba ditahan sebesar 56% atau Rp3,26 triliun, pertumbuhan kredit ditargetkan mencapai 18%-22%," kata Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo di Jakarta,18/4

Menurut Gatot, kebijakan strategis tersebut bisa meningkatkan kemampuan bisnis, pertumbuhan aset dan dana murah, serta melanjutkan efisiensi operasional dan memperkuat korporasi. "Untuk sinergi bisnis dan consumer banking, tingkat pengembalian terhadap aset return on asset (ROA) minimal tumbuh 2,9%, keuntungan terhadap ekuitas return on equity (ROE) minimal tumbuh 20%, sementara untuk aset berkualitas kredit sebesar 18 persen hingga 22%," tuturnya

Bahkan disisi lain, kata Gatot, dapat menimbulkan efek positif pada sektor lainnya. "Sementara itu, untuk coverage ratio minimal 120% dengan Non Performing Loan (NPL) maksimal 3,5% dan target Dana Pihak Ketiga (DPK) diharapkan tumbuh 13%-15% dengan mempertahankan CASA di atas 60%," imbuhnya

Ditambahkan Gatot, BNI juga membagikan dividen sebesar Rp1,165 triliun atau 20 persen dari laba yang diraihnya pada 2011. Demikian salah satu hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan untuk penetapan penggunaan laba bersih perseroan sebesar Rp5,8 triliun di 2011. "Setiap satu saham berhak untuk menerima dividen sebesar Rp62,48," jelasnya

Selanjutnya, sebesar 10% atau Rp582,59 miliar untuk cadangan yang bertujuan untuk mendukung investasi. Sebesar 10% atau Rp582,59 miliar untuk cadangan umum dan wajib. Lalu sebesar satu persen atau Rp58,26 miliar untuk dana program kemitraan.

Adapun sebesar 3% atau Rp174,78 miliar untuk dana program bina lingkungan. Selanjutnya sisa sebesar 56% atau Rp3,26 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan. **cahyo

Related posts