Kapitalisasi Pasar Sepekan Terkoreksi 0,65%

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan kemarin mengalami koreksi sebesar 0,76% menjadi 6.244,109 dari 6.291,657 pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya. Kemudian, nilai kapitalisasi pasar selama sepekan juga mengalami perubahan sebesar 0,65% menjadi Rp7.214,773 triliun dari Rp7.262,002 triliun pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kemudian untuk rata-rata volume transaksi harian mengalami kenaikan sebesar 1,02% menjadi 8.164 miliar unit saham dari 8.081 miliar unit pada pekan sebelumnya. Sementara itu untuk rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami perubahan sebesar 9,57% menjadi 410.077 ribu kali transaksi dari 453.493 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya. Senada dengan rata-rata frekuensi transaksi harian, rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami koreksi sebesar 9,53% menjadi Rp6.446 triliun dari Rp7.125 triliun.

Investor asing pada akhir pekan kemarin mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp297,16 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2020, beli bersih asing tercatat sebesar Rp2,387 triliun. BEI juga mencatat sampai dengan pekan ke-4 Januari 2020 telah mencatatan 7 perusahaan tercatat baru. Dimana pada pekan kemarin mencatatkan PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) sebagai perusahaan tercatat 7 di tahun 2020 yang bergerak sektor consumer good industry dengan subsektor food and beverages.

Sebagai informasi, mengakhiri perdagangan Jum’at akhir pekan kemarin, IHSG ditutup melemah 15,76 poin atau 0,25% ke posisi 6.249,21. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 3,75 poin atau 0,37% menjadi 1.024,59. Kata analis Binaartha Sekuritas, M.Nafan Aji Gusta, minimnya data makroekonomi global maupun domestik yang memberikan positive high market impact terhadap pasar. Di sisi lain, melambatnya pertumbuhan ekonomi global turut membayangi pertumbuhan indeks, ditambah lagi dengan dinamika politik dan keamanan yang terjadi di kawasan Timur Tengah saat ini.

Kemudian ada isu Brexit dan diperparah dengan mewabahnya virus Corona, turut memberikan sentimen negatif bagi IHSG khususnya. Secara sektoral, empat sektor meningkat dimana sektor industri dasar naik paling tinggi yaitu 0,63%, diikuti sektor keuangan dan sektor infrastruktur masing-masing 0,24% dan 0,21%.

BERITA TERKAIT

Adhi Commuter Bidik Dana IPO Rp 2,5 Triliun

NERACA Jakarta –Kembangkan ekspansi bisnisnya di sektor properti yang terintegrasi dengan moda transportasi menjadi fokus utama PT Adhi Commuter Properti…

Dampak Suspensi Saham - Tiphone Mobile dan KSEI Saling Tuduh

NERACA Jakarta –Dinilai melakukan salah prosedur karena penundaan pembayaran bunga ke-4 dan pelunasan pokok atas obligasi berkelanjutan II Tiphone tahap I…

Genjot Pertumbuhan Bisnis Gudang - Makmur Berkah Bidik Pendapatan Rp 120 Miliar

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi di sektor kawasan industri dan penyewaan gudang, PT Makmur Berkah Amanda…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gelar TTI Business Forum - Krista-Hippindo Promosikan Investasi ke Ratusan Investor

Krista Exhibitions bersama Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) kembali menyelenggarakan Trade, Tourism & Invesment Business Forum (TTI) 2020. Forum…

Bank BUMN Mulai Bagikan Dividen Jumbo

NERACA Jakarta – Musim dividen akan segera dinikmati para investor seiring dengan beberapa emiten yang mencatatkan kinerja keuangan sepanjang tahun…

Sikapi Harga Saham Anjlok - Totalindo Berikan Klarifikasi Ke Investor

NERACA Jakarta –Memenuhi panggilan dan permintaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyikapi penurunan harga saham di luar kewajaran, manajemen PT…