Indonesia Tawarkan Obligasi Rp22,5 Triliun - Kepada 400 Investor AS

NERACA

Jakarta - Pemerintah menawarkan surat utang global alias global bond senilai US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 22,5 triliun ke pasar Amerika Serikat (AS). Adapun bunga obligasi itu sekitar 3,85%-5,25%. Yang jelas surat utang itu dibagi menjadi dua seri, yaitu RI-032 dengan jangka waktu 10 tahun dan RI-042 bertenor 30 tahun. "Yield RI-032 lebih rendah dari yield bond, Rusia 4,3%, Italia 6,5%, yang rating utangnya lebih tinggi," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto di Jakarta,18/4

Menuruta Rahmat, global bond tersebut ditawarkan kepada 400 investor institusi dengan book order cukup tinggi mencapai US$ 7,9 miliar. Jenis investor yang ditawarkan kebanyakan asset management dan bank, sisanya asuransi dan dana pensiun. "Untuk pertama kalinya total alokasi ke Asia termasuk Indonesia terbesar, melampaui AS dan Eropa," tambahnya

Surat utang berjangka 10 tahun itu punya bunga di kisaran 3,85-3,75%, sementara 30 tahun sebesar 4,95-5,25%. Berlaku sebagai Joint Lead Managers adalah JP Morgan & Standard Chartered Bank,

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Yudi Pramadi membenarkan penjualan obligasi dalam valuta asing (valas) berdenominasi dolar AS sebesar 2,5 miliar dolar AS untuk pembiayaan APBN 2012. “Penjualan obligasi valas itu merupakan transaksi penjualan kedua dari "Program Global Medium Term Notes (GMTN)" Republik Indonesia sebesar 15 miliar dolar AS yang telah diperbaharui 9 Januari 2012,” terangnya.

Penjualan transaksi surat utang negara (SUN) atau obligasi valas itu melalui dua seri yaitu RI0422 dan RI0142. Seri RI0422 memiliki jangka waktu 10 tahun dengan nominal 2,0 miliar dolar AS, tingkat kupon 3,75%, imbal hasil 3,85%, harga 99,18%, dan akan jatuh tempo 25 April 2022. Seri RI0142 memiliki jangka waktu 30 tahun, senilai 0,5 miliar dolar AS, tingkat kupon 5,25% imbal hasil 4,95 %, harga 104,64% dan jatuh tempo 17 Januari 2042.

Total penawaran yang masuk untuk RI0422 dan RI0142 sebesar 7,9 miliar dolar AS sehingga terdapat kelebihan permintaan 3,16 kali dengan jumlah investor untuk RI0422 sebanyak 260 investor dan RI0142 sebanyak 140 investor. Pendistribusian untuk seri RI0142 adalah 17% investor untuk investor Eropa, 17 % untuk Amerika Serikat, dan 66% untuk investor Asia, termasuk di dalamnya 23% untuk investor di Indonesia.

Berdasarkan jenis investor, pengalokasian penawaran yang diterima kepada "asset managers" adalah sebesar 50%, bank 38%, asuransi dan dana pensiun 5% serta "private banking" 7%. Sedangkan distribusi untuk seri RI0142 adalah sebesar sebesar 34% dilakukan untuk investor Amerika Serikat, 31% untuk Eropa, dan 35% untuk investor Asia, termasuk di dalamnya sembilan persen untuk investor di Indonesia.

Berdasarkan jenis investor, pengalokasian penawaran yang diterima kepada "asset managers" adalah sebesar 62%, bank 24%, asuransi dan dana pensiun 9%, serta "private banking" 5%.Transaksi penjualan SUN dalam valuta asing kali ini juga merupakan transaksi dengan imbal hasil terendah untuk obligasi tenor 10 tahun dan 30 tahun yang diterbitkan pemerintah. Republik Indonesia memperoleh rating BBB- (stable) dari Fitch, BB+ (positive) dari S&P, dan Baa3 (stable) dari Moody's. "Joint Lead Managers dan Joint Bookrunners" dalam transaksi ini adalah J.P. Morgan Chase dan Standard Chartered, serta bertindak sebagai co-Managers adalah PT Mandiri Sekuritas. **bari/cahyo

Related posts