Garap Mobil Murah Ramah Lingkungan, Gaikindo Minta Diskon Pajak

NERACA

Jakarta - Gabungan industri kendaraan bermotor (Gaikindo) meminta insentif untuk program mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car-LCGC). “Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) meminta insentif berupa diskon pajak penjualan barang mewah (PPnBM) pada mobil LCGC. Saat ini, PPnBM yang berlaku untuk kategori kendaraan 4x2 bermesin di bawah 1.500 cc,” kata Ketua Umum Gaikindo, Sudirman Maman Rusdi di Jakarta, Rabu (18/4).

Menurut dia, pemerintah berkeinginan PPnBM untuk proyek mobil murah tersebut diberikan diskon 0% untuk LCGC bermesin 1.000 cc dan 5% untuk 1.200 cc. “Tujuannya harga mobil LCGC menjadi sangat kompetitif dibandingkan dengan mobil berkapasitas mesin terkecil (city car) yang diproduksi kalangan ATPM saat ini. Dengan skema seperti itu, harga mobil LCGC bisa berada pada kisaran 80 jutaan rupiah per unit,” paparnya.

Namun, pemerintah belum bisa mengeluarkan secara resmi kebijakan fiskal untuk LCGC mengingat rezim perpajakan yang dianut saat ini tidak mendukung sehingga untuk komponen PPnBM belum bisa difinalisasikan.“Peraturan pajak (untuk PPnBM) belum match, kalau diturunkan dari 10%, pasti akan langsung jadi 0%,” tuturnya.

Uang Muka Dinaikan

Dalam kesempatan itu, Sudirman juga mengatakan, target penjualan mobil pada semester I meningkat dari realiasasi kuartal I 2012. “Penjualan mobil pada kuartal I mencapai 250.000 unit. Untuk semester I akan mengalami pertumbuhan 50% dari kuartal I,” kata dia.

Sudirman mejelaskan, pada semester II permintaan mobil diprediksi cenderung menurun dan konsumen lebih mengutamakan kebutuhan yang lain. “Konsumen banyak membeli mobil di awal tahun, pada pertengahan tahun konsumen lebih memprioritaskan biaya pendidikan untuk anak-anaknya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sudirman mengatakan, dengan rencana Bank Indonesia (BI) menaikkan uang muka kendaraan bermotor sebesar 25%, akan menurunkan target penjualan sejumlah ATPM. “Dengan kondisi seperti itu, pertumbuhan industri otomotif nasional akan terhambat. ATPM seperti Daihatsu akan mengkoreksi penjualannya dari target awal 160.000 unit pada tahun ini,” terangnya.

Sudirman menambahkan, tidak ada promosi untuk menaikkan penjualan mobil.“Pada tahun ini penjualan mobil akan terhambat dengan berbagai kebijakan yang memberatkan industri otomotif. Selain itu, beberapa ATPM tidak menyediakan program promo,” tandasnya.

Turun Drastis

Di tempat yang berbeda, Direktur Utama PT Adira Dinamika Multifinance Tbk Stanley Setia Atmaja menuturkan ,saat ini lebih dari 50% masyarakat Indonesia membeli kendaraan dengan mengangsur. Jika DP naik, maka akan berdampak buruk pada angka penjualan. “Bukan tidak mungkin angka penjualan kendaraan roda empat dan roda dua turun sangat drastis tahun ini,” tuturnya.

Dia menilai daya beli masayarakat akan sangat berkurang seiring dengan tingginya DP kendaraan. "Menurut saya akan berdampak buruk pada penjualan otomotif dan volume industri otomotif," tegasnya ketika menyikapi rencana BI tersebut.

Selain itu dia menyakini penurunan penjualan mobil bisa sampai 20% bahkan lebih parahnya lagi bisa 30% dari rencana yang sebelumnya ditentukan oleh para pelaku industri otomotif di Indonesia. "Penurunan bisa 20-30 %. Bisa untuk mobil dan motor," tegasnya.

Sebelumnya, Gaikindo menyakini penjualan mobil bisa menyentuh angka 940-960 ribu unit tahun ini. Bakan prediksi Gaikindo, angka penjualan mobil tahun ini bisa menyentuh angka 1 juta unit. Sementara itu penjualan motor diprediksi bisa mencapai angka 9 juta unit. Angka tersebut diakui Stanley tidak akan tercapai jika DP tinggi pada setiap kendaraan.

Bank Indonesia sebelumnya menaikkan level minimum uang muka kendaraan. Untuk DP kredit motor minimal 25%, sementara mobil 30%. Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, aturan ini sudah dipersiapkan lama dan akhirnya dikeluarkan sekarang untuk menahan laju kredit konsumsi sehingga tidak berlebihan dan menimbulkan gelembung berbahaya.

"Kita keluarkan saja sehingga kalaupun kita terus mendorong pertumbuhan kredit misalnya, pertumbuhan kreditnya itu yang sifatnya agak konsumtif itu yah sedikit lebih lambat," kata Darmin pekan kemarin.

Darmin mengatakan, prinsip kehati-hatian juga menjadi dasar BI menerapkan aturan baru ini kepada perbankan. Selain bank, ujar Darmin, batas DP kredit motor dan mobil lewat multifinance juga akan dikeluarkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK).

"Bapepam juga hari ini mengeluarkan aturan yang sama untuk perusahaan pembiayaan. (multifinance) dengan persentasi yang sedikit berbeda. Kalau nggak salah DP-nya 5% lebih rendah di sana," jelas Darmin.

Pertumbuhan kredit pemilikan kendaraan bermotor (KKB) tahun lalu 33% atau di atas rata-rata pertumbuhan keseluruhan kredit. Ini yang akan ditahan oleh BI lewat aturan baru tersebut. Selain memperlambat pertumbuhan kredit konsumsi, aturan DP ini juga bakal memperlambat laju impor produk otomotif yang cukup deras ke dalam negeri.

Related posts