Tahun Depan, PTBA Mulai Garap Proyek PLTU Mulut Tambang

Neraca

Jakarta - PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk (PTBA) mulai konstruksi PLTU Mulut Tambang 2x620 megawatt pada tahun 2013. Hal ini dilakukan setelah perseroan menyelesaikan power purchase agreement (PPA) di semester I-2012.

Direktur Utama PTBA Milawarma mengatakan, target penyelesaian power purchase agreement (PPA) PLTU Mulut Tambang 2x620 MW, Bangko Tengah, Sumatera Selatan di semester I-2012. "Financial close sesudah PPA, baru kemudian konstruksi diharapkan tahun depan,”katanya di Jakarta, Rabu (18/4).

Investasi proyek tersebut menyerap dana sebesar US$1,6 miliar dan akan siap menyalurkan listrik ke PT PLN (Persero) pada tahun 2016. Perseroan menanggung pendanaan sebesar 45% dari total investasi. "Investasi ini di luar dana capex sebesar Rp1,7 triliun tahun ini," ujarnya.

Sebelumnya, perseroan telah melakukan kesepakatan dengan China Huadian Corporation, perusahaan China, untuk membangung PLTU tersebut. Dimana PTBA memiliki 45% saham dan China Hudian memegang 55% saham. Selain PTBA, perusahaan lain yang akan membangun PLTU Mulut Tambang adalah Madhucon Projects Limited, perusahaan asal India.

Bagikan Dividen

Selain itu, perseroan juga tengah mengusulkan payout ratio (rasio setoran) dividen tahun 2011 berkisar 50-60%. "Kita akan usulkan sama dengan tahun lalu berkisar 50-60% dan diusulkan kepada komisaris pada 23 April 2012," ujarnya.

Kata Milawarman, pihaknya mengharapkan usulan pembagian dividen yang lebih rendah bisa diterima pemegang saham. Hal ini dikarenakan investasi yang akan dilakukan PTBA sepanjang tahun ini cukup besar.

Asal tahu saja, pada 2010, PTBA membagikan dividen total sebesar 60% dari laba bersih tahun buku 2010. Artinya, perusahaan batubara pelat merah tersebut membagikan dividen sebesar Rp523,12 per saham dengan total dividen sebesar Rp1,205 triliun. Padahal awalnya PTBA hanya ajukan rasio dividen sekitar 40%.

Menyoal kinerja kuartal I-2012, ia mengakui baru akan melakukan sinkronisasi data dengan kantor PTBA di Muaraenim. Selanjutnya, data tersebut akan diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP).

Pada tahun ini, PTBA memproyeksikan pendapatan sebesar Rp14 triliun, meningkat 32,32% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp10,58 triliun. Peningkatan ini didorong pertumbuhan penjualan seiring dengan meningkatnya volume penjualan.

PTBA memproduksi batubara dari tambang sendiri mengalami kenaikan 27% menjadi 17,4 juta ton dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 12,89 juta ton. Pertumbuhan itu sejalan dengan komitmen PT KAI untuk angkutan batubara sepanjang 2012 sebesar 15,60 juta ton. (bani)

Related posts