Kementan Apresiasi Pemkab Serang Bantu Stabilkan Harga Beras

Kementan Apresiasi Pemkab Serang Bantu Stabilkan Harga Beras

NERACA

Serang, Banten - Kepala Bidang Distribusi Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Inti Pertiwi Nashwari mengapresiasi peran kinerja Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) di wilayah Kabupaten Serang yang telah membantu stabilitas harga beras.

"Kami mengakui bahwa peran LUPM yang ada di Jabar dan Banten terutama Kabupaten Serang selama ini sangat membantu stabilisasi harga beras di Ibu Kota Jakarta," kata Inti saat melakukan monitoring dan evaluasi kinerja LUPM Cimande IV di Kecamatan Baros Kabupaten Serang, di Serang, Jumat (17/1).

Inti Pertiwi menjelaskan LUPM di Jabar dan Banten yakni Kabupaten Serang berkewajiban mengirimkan masing-masing minimal 20 ton beras per kelompok ke Toko Tani Indonesia (TTI) se-Jabodetabek dengan harga beras di bawah harga pasar.

"Tahun 2019 ini, ada 40 PUPM di Kabupaten Serang yang wajib mengirimkan 50 ton per kelompok ke TTI, 20 ton diantaranya ke Jabodetabek," katanya.

Sementara kondisi di Kabupaten Serang sendiri, beberapa TTI telah mengirimkan beras ke Jabodetabek di atas 20 ton per kelompok.

Dalam monitoring tersebut, Inti Pertiwi Nashwari juga didampingi Kepala Dinas ketahanan pangan Provinsi Banten Aan Muawanah beserta jajaran, yang diterima langsung oleh Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Serang Suhardjo dan juga Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Mumun Munawaroh.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan Pemkab Serang sangat mendukung program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) yang sudah berjalan di Kabupaten Serang, sebab program tersebut sangat membantu para petani.

"Para petani sangat diuntungkan dengan adanya program ini, karena harga jual yang cukup tinggi," katanya.

PUPM merupakan salah satu program pemerintah pusat dalam stabilisasi harga pangan, salah satunya beras. Program ini memotong rantai distribusi pangan menjadi lebih pendek yaitu antara produsen atau kelompok PUPM, penyalur (Toko Tani Indonesia) dan konsumen.

Pemerintah sendiri dengan program tersebut diuntungkan karena harga beras yang stabil dapat menekan tingginya inflasi dan petani diuntungkan karena harga jual yang tinggi. Ant

BERITA TERKAIT

Pengamat Ekonomi: Harga Avtur Berbeda, Konsekuensi Negara Kepulauan

Jakarta-Pengamat ekonomi Drajad Wibowo menilai wajar saat ini harga avtur berbeda di berbagai wilayah di Tanah Air, karena hal itu…

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL   NERACA Jakarta - Komisi IV DPR RI dalam Rapat Kerja…

LPDB KUMKM Siap Dukung Pengembangan Usaha Primkopti Harum

LPDB KUMKM Siap Dukung Pengembangan Usaha Primkopti Harum NERACA Kendal - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM Braman…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Hunian Milenial Lengkap dan Terjangkau di Bogor

Jakarta-Sebuah apartemen hunian milenial lengkap dengan pelayanan Smart Living yang disediakan Suwardana Park hadir di perhelatan properti terbesar nasional, Indonesia…

Pengamat Ekonomi: Harga Avtur Berbeda, Konsekuensi Negara Kepulauan

Jakarta-Pengamat ekonomi Drajad Wibowo menilai wajar saat ini harga avtur berbeda di berbagai wilayah di Tanah Air, karena hal itu…

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL   NERACA Jakarta - Komisi IV DPR RI dalam Rapat Kerja…