KONI Bidik Dana di Pasar Rp 120 Miliar - Gelar Private Placement

NERACA

Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) berencana menerbitkan 240 juta saham baru melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non HMETD) atau private placement. Nantinya dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini sebesar Rp 120 miliar.

Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan, saham baru yang akan diterbitkan sebanyak 240 juta saham dari saham portepel perseroan dengan harga penerbitan Rp 500 per saham. Kemudian dana dari hasil penerbitan saham baru ini akan digunakan perseroan untuk melunasi pinjaman bank yang akan jatuh tempo, yakni utang terhadap Bank of Singapore Limited dengan jumlah pinjaman sebesar US$ 5,65 juta atau setara Rp 79,89 miliar, dan utang PT Maybank Indonesia Tbk dengan utang sebanyak Rp 6,41 miliar.

Selain itu, aksi korporasi ini juga dapat memperkuat struktur modal perseroan dengan menurunkan Debt to Equity Ratio (DER) serta jumlah utang bank. Dengan demikian, mengindikasikan kondisi keuangan Perdana Bangun Pusaka yang lebih baik.Aksi korporasi ini merupakah langkah strategi yang diambil oleh pemegang saham, dewan direksi dan dewan komisaris yang bertujuan untuk memperbaiki keuangan.

Sehubungan dengan hal tersebut, perseroan akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diadakan pada 23 Januari 2020. Adapun, Pelaksanaan penerbitan saham baru melalui penambahan saham akan diselesaikan paling lambat tanggal 21 April 2020 untuk memberikan waktu bagi standby buyer untuk melakukan persiapan pemindahan dana untuk setoran modal, misalnya pemindahan dana dari luar negeri.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2019, perseroan membukukan pendapatan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,82 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya yang mencatatkan rugi sebesar Rp 7,18 miliar. Kemudian, perseroan membukukan pendapatan neto sebesar Rp 97,71 miliar, menurun 7,35% dari tahun sebelumnya yang memperoleh Rp 105,47 miliar.

Sementara itu, laba kotor pada kuartal III-2019 tercatar sebesar Rp 21,47 miliar, menurun 17,58% dari tahun sebelumnya yang memperoleh Rp 26,05 miliar. Jumlah beban usaha memperoleh Rp 17,89 miliar, terkoreksi 29,56% dari periode sama tahun sebelumnya yang membukukan Rp 25,40 miliar. Secara total aset, pada 30 September 2019 perseroan memperoleh Rp 115,56 miliar, turun dari 31 Desember 2018 yang mencatatkan Rp 128,23 miliar.

BERITA TERKAIT

Jaga Kualitas Produksi Tambang - BRMS Kirim Dore Bullion dari Poboya Ke Jakarta

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan bisnis di sektor pertambangan, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) terus mengoptimalkan nilai tambah dalam…

Pasca Marubeli Miliki Saham - SILO Kembangkan Potensi Bisnis Kesehatan

NERACA Jakarta – Mengoptimalkan bisnis layanan kesehatan yang dinilai memiliki prospek positif, PT Siloam Internasional Tbk (SILO) terus perluas kerjasama…

Sentimen Virus Corona Bikin IHSG Merana

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (25/2) sore ditutup melemah dipicu meluasnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lewat Aplikasi Kesehatan Pulse - Prudential Tawaran Pengelolaan Kesehatan Holistik

Inovasi untuk solusi selalu dihadirkan PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) sebagai perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia yang fokus kepada…

Cambio Lofts, Hunian Premium di Alam Sutera

Potensi pasar properti pada tahun 2020 diyakini lebih baik disbanding dua tahun sebelumnya, hal ini terlihat dari munculnya proyek baru…

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…