Archandra Tahar Jabat Komut Baru PGN

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menunjuk mantan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar sebagai Komisaris Utama perseroan. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemairn disebutkan, Archandra diangkat untuk menggantikan IGN Wiratmaja Puja.

Rachmat Hutama, Sekretaris Perusahaan PGN, mengatakan, pengangkatan Arcandra sebagai Komut emiten berkode saham PGAS itu merupakan keputusan mutlak para pemegang saham perseroan. Dalam voting, usulan itu disetujui oleh pemegang saham yang mewakili 19,25 miliar saham.”Bergabungnya Arcandra Tahar di PGN diharapkan dapat memperkokoh kinerja dewan komisaris, direksi, dan manajemen PGN," tuturnya.

Dalam sambutannya, Arcandra mengatakan bahwa dirinya akan lebih menggali potensi-potensi yang ada pada perseroan dan entitas anaknya di sektor hulu. Selain itu, setelah didapuk sebagai komisaris utama dirinya akan memperbaiki portofolio yang ada guna memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.”Saya akan mendedikasikan waktu saya untuk PGN karena potensi yang ada masih bisa di gali,"ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PGN Gigih Prakoso Soewarto mengatakan bahwa bergabungnya Arcandra diharapkan dapat memperkuat dan memacu perseroan sebagai perusahaan distribusi dan transmisi gas di domestik dan luar negeri."Saya yakin dapat berjalan dengan baik karena memiliki background yang kuat di oil and gas," katanya

BERITA TERKAIT

RECCI Ramaikan Pasar Aksesoris Handphone Indonesia

Ramaikan pasar aksesoris handphone, PT Intertekno Maju Indonesia memperkenalkan produk terbarunya, yaitu RECCI Powerbank, kabel data, earphone dan charger di…

Goodyear Raih Pinjaman Rp 140 Miliar

Guna mendanai pengembangan bisnisnya, PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) menandatangani perjanjian fasilitas perbankan korporasi dengan PT Bank BNP Paribas Indonesia…

Centrury Textile Cetak Rugi US$ 1,515 Juta

Sepanjang tahun 2019 kemarin, PT Century Textile Industry Tbk (CNTX) mencatatkan rugi setara US$ 1,515 juta atau memburuk  dibanding periode…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…

Bentuk Manajemen Baru - Saham AISA Dipastikan Tidak Didelisting

NERACA Jakarta – Resmi terbentuknya manajemen baru pasca tersandung masalah hukum hingga berujung suspensi saham yang berkepanjangan, kini manajemen PT…

Rights Issue, ASSA Lepas 1,25 Miliar Saham Baru

Galang pendanaan di pasar modal, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) bakal melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih…