IHSG Masih Pertahankan Penguatan Kemarin

Neraca

Jakarta – Penguatan bursa saham regional memberikan sentimen positif pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu yang ditutup menguat 8,872 poin (0,21%) ke level 4.166,237. Sementara Indeks LQ 45 ditutup naik tipis 1,434 poin (0,20%) ke level 710,435.

Penguatan indeks didukung pula saham-saham tambang diburu pelaku pasar dan memimpin penguatan di pasar saham. Sayangnya, banyak aksi ambil untung di saham-saham lapis dua yang kemarin sudah naik tinggi. Berikutnya, indeks BEI Kamis diproyeksikan akan melanjutkan penguatan dengan pergerakan indeks di level 4.166-4.175.

Pada perdagangan kemarin, sektor aneka industri terkena koreksi paling tajam dan diikuti sektor industri dasar dan agrikultur. Mayoritas indeks sektoral berhasil mencetak poin. Transaksi asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 139,529 miliar di seluruh pasar.

Sementara perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 150.025 kali pada volume 10,958 juta lot saham senilai Rp 5,498 triliun. Sebanyak 141 saham naik, sisanya 129 saham turun, dan 90 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 1.400 ke Rp 20.100, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 850 ke Rp 41.900, United Tractor (UNTR) naik Rp 800 ke Rp 31.400, dan Duta Pertiwi (DUTI) naik Rp 475 ke Rp 2.375.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.050 ke Rp 57.600, Indomobil (IMAS) turun Rp 800 ke Rp 17.100, Nipress (NIPS) turun Rp 350 ke Rp 3.500, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 200 ke Rp 73.850.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik tipis 4,102 poin (0,09%) ke level 4.161,467. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 1,454 poin (0,20%) ke level 710,455. Lagi-lagi saham sektor pertambangan menjadi primadona karena banyak diburu pelaku pasar. Kemudian hanya tiga sektor yang masih mampu menguat ditengah koreksi tajam indeks sektor aneka industri, industri dasar, konsumer dan finansial.

Pada sesi siang, investor asing masih melakukan aksi tunggu dan hasilnya, total transaksi tidak setinggi perdagangan sebelumnya. Pemodal asing sudah melakukan penjualan bersih dengan nilai yang tipis di siang ini. Untuk perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 72.329 kali pada volume 5,104 juta lot saham senilai Rp 2,488 triliun. Sebanyak 131 saham naik, sisanya 108 saham turun, dan 101 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 900 ke Rp 41.950, United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 31.100, Gema Grahasarana (GBTO) naik Rp 330 ke Rp 1.850, dan Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 275 ke Rp 3.875.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.500 ke Rp 57.150, Indomobil (IMAS) turun Rp 750 ke Rp 17.150, Nipress (NIPS) turun Rp 250 ke Rp 3.600, dan Hero Supermarket (HERO) turun Rp 175 ke Rp 4.975.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 14,58 poin atau 0,35% ke posisi 4.171,95. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,56 poin (0,36%) ke level 711,56. "Bursa Asia turut dibuka menguat termasuk indeks BEI, kondisi ini memfaktorkan sentimen positif dari penguatan bursa global dan langkah IMF menaikkan outlook perekonomian global," kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Christine Salim mengemukakan, IMF memperbaiki perkiraan pertumbuhan ekonomi global dari 3,3% menjadi 3,5% serta ekonomi Amerika Serikat (AS) dari 1,8% menjadi 2,1% dan berhasil mengkompensasi sentimen negatif dari rilis data housing starts dan industrial production yang lebih rendah dari perkiraan.

Hal yang sama juga disampaikan kepala riset MNC Securities Edwin Sebayang, IHSG Rabu diyakini akan dibuka menguat yang dipicu oleh kenaikan tajam indeks Dow Jones pada perdagangan Selasa (17/4) sebesar 2,72%.

Maka dengan risetnya terserbut, Edwin sempat memperkirakan IHSG Rabu akan bergerak di kisaran 4.125-4.188. Selain itu, dia juga memperkirakan, saham-saham berbasis komoditas diperkirakan akan bergerak menguat seiring optimisme pemulihan ekonomi dunia yang berdampak pada penguatan harga komoditas global.

Pada perdagangan kemarin, bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 186,21 poin (0,91%) ke level 20.748,52, indeks Nikkei-225 naik 143,74 poin (1,52%) ke level 9.608,68 dan Straits Times menguat 15,95 poin (0,54%) ke level 3.002,73. (bani)

Related posts