Penjualan Sari Roti Makin Legit Dengan Produk Baru - PT Nippon Indosari Tbk

Neraca

Jakarta –Potensi konsumsi roti dalam negeri yang terus tumbuh seiring dengan peningkatan daya beli masyarakat menjadi keyakinan produksi penjualan PT Nippon Indosari Tbk (ROTI) sebagai emiten produsen roti makin legit dan terus menggenjot produksinya hingga ekspansi keluar negeri.

Berdasarkan asosiasi roti dan biskuit Indonesia memprediksi konsumsi roti dan biskuit pada kuartal II 2011 meningkat 10%-15% dibanding kuartal I tahun ini. Maka atas dasar itulah, PT Niipon Indosari Tbk terus menggenjot produksi sebesar 2,6 juta perharinya atau tumbuh dari kapasitas produksi tahun ini 2,2 juta perharinya.

Direktur Operasional PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, Yusuf Hady mengatakan, peningkatan produksi ini didukung dengan pembangunan pabrik baru di Palembang dan Makasar yang menelan biaya investasi sebesar Rp 140 miliar, “Pembangunan dua pabrik roti tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 2,6 juta perharinya atau meningkat dibandingkan tahun lalu 1,8 juta perharinya,”katanya.

Tidak hanya itu, pembangunan dua pabrik tersebut akan meningkatkan market share perseroan di bisnis penjualan roti sebesar 16% dari potensi pasar sebesar Rp 14 triliun. Sejak mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjual kepada publik pada tahun 2010, ekspansi perseroan terus melebar dengan penambahan pabri-pabrik baru.

Berdiri pada tahun 1995 di kawasan industri Jababeka Cikarang, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk sudah memiliki 5 barik. Diantaranya, dua pabrik di industri Cikarang Jababeka, pabrik di Pasuruan yang didirikan pada tahun 2005 dan kemudian disusul dengan pembangunan pabrik di Semarang dan Medan pada tahun 2011.

Ekspansi Ke Asia

Produsen roti dengan merek Sari Roti ini berencana membangun pabrik di luar negeri dalam rangka membidik pasar penjualan di Malaysia dan Pilipina. Rencana pembangunan pabrik di Asia tersebut akan dilakukan dalam tiga tahun kedepan.

Kata Yusuf Hady, pembangunan pabrik di luar negeri masih dalam tahap pengkajian matang. Oleh karena itu dirinya belum bisa menyebutkan nilai investasi yang dibutuhkan, “Bikin pabrik baru di luar negeri harus melihat pasar dan juga dana yang dimiliki,”paparnya.

Menurutnya, pembangunan pabrik di luar negeri nanti dimaksudkan untuk mengukuhkan perseroan sebagai market leader dalam penjualan roti di Asia. Maka tak ayal, sebelum masuk kepasar Asia market share harus mencapai 15% dari total penjuala roti didalam negeri.

Menurutnya, ambisi perseroan membidik pasar Asia dikarenakan potensinya cukup besar. Pasalnya, selama ini Indonesia menjadi pasar roti dari luar negeri dan belum menjadi sebagai pemain pasar penjualan roti.

Bikin Produk Baru

Guna meningkatkan pasar penjualan, perseroan juga siap mengeluarkan produk baru non roti, Sari Choki. Promosi siap dilakukan dalam dua bulan pertama, dengan paket bundling bersama roti tawarnya, “Produk baru ini diharapkan dapat merealisasikan target penjualan ROTI hingga 30% lebih tinggi dari periode sebelumnya,”kata Yusuf Hady.

Produk Sari Choki ini merupakan kerja sama perseroan dengan PT Artha Guna. Mitra tersebut diberi kewenangan memproduksi selai cokelat sesuai kebutuhan Nippon Indosari. Rencana tahap awal, dibutuhkan 50 ribu pieces dan akan menjadi pelengkap Sari Roti. Untuk pemasarannya masih di Jabodetabek.

Dia menambahkan, Sari Choki akan dijual usai masa promosi pada bulan Juni 2012. Soal harga masih dihitung, hanya saja produk terbarunya tersebut diyakini kompetitif dan mampu bersaing dengan produk sejenisnya.

Perseroan masih optimis dapat mencatatkan pendapatan sebesar Rp1 triliun pada 2012. Pertumbuhan pendapatan akan didukung dari perluasan pemasaran ke Cibitung dan Makassar pada 2012. "Untuk laba bersih ditargetkan sekitar 12%-13% dari pendapatan tersebut," tambah Yusuf.

Perseroan juga membuka pasar baru ke Medan dan Palembang pada 2012. Kontribusi pasar baru ini diharapkan sebesar 15% pada 2012. Sementara itu, kinerja perseroan 2011, Yusuf menuturkan, pihaknya memperoleh pendapatan sekitar Rp813 miliar. (bani)

Related posts