MPRO Batal Akuisisi Anak Usaha Hanson - Tersandung Masalah Hukum

NERACA

Jakarta – Buntut dari disuspensinya perdagangan saham PT Hanson International Tbk (MYRX) oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena gagal bayar pinjaman individual yang telah jatuh tempo dan juga terseretnya komisaris perseroan Benny Tjokrosaputro terkait korupsi asuransi Jiwasraya, membuat para investor saham melepas saham emiten properti tersebut.

Rupanya dampak sentimen negatif tersebut menjadi alasan pula emiten properti PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) batal membeli 49,99% saham anak usaha PT Hanson International Tbk. (MYRX) dan PT Rimo International Lestari Tbk. (RIMO). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Manajemen Maha Properti Indonesia menyatakan tidak akan melanjutkan rencana pembelian saham PT Mandiri Mega Jaya (MMJ) yang merupakan anak usaha MYRX dan PT Hokindo Properti Investama (HPI) yang merupakan anak usaha RIMO. Direktur Utama Maha Properti Indonesia, Raymond mengatakan, terdapat dua alasan utama perseroan membatalkan transaksi jual beli. Pertama, perkembangan bisnis properti yang masih belum meningkat seperti yang diharapkan.”Kedua, adanya informasi yang beredar di publik mengenai permasalahan keuangan yang sedang dihadapi oleh Hanson sebagai calon penjual. Kami khawatir, hal ini dapat mempengaruhi kinerja MMJ dan HPI berikut anak perusahaannya,”ujarnya.

Oleh sebab itu perseroan membatalkan rencana transaksi tersebut. Pembatalan ini, lanjutnya, tidak ada pengeluaran uang kas, penambahan aset atau menimbulkan kewajiban tambahan apapun kepada perseroan. MPRO pun tidak mendapatkan dampak material. Raymond menambahkan MPRO akan lebih fokus kepada pengembangan proyek-proyek properti yang telah dimiliki oleh emiten.

Sebelumnya, pada 17 Desember 2019, MPRO mengumumkan rencana akusisi 49,99% saham PT Mandiri Mega Jaya (MMJ) milik PT Hanson International Tbk. (MYRX). Selain itu, MPRO juga berencana mencaplok 49,99% saham PT Hokindo Properti Investama (HPI) anak usaha PT Rimo International Lestari Tbk. (RIMO). Pekan lalu, BEI menghentikan sementara perdagangan saham PT Hanson International Tbk.

Pihak Bursa menjelaskan bahwa penghentian sementara tersebut menyusul pernyataan perseraon tentang terjadinya gagal bayar atas pinjaman individual perseroan. Selain melakukan penghentian terhadap saham MYRX, BEI turut melakukan penghentian sementara untuk perdagangan saham seri B milik perseroan yang dikendalikan oleh Benny Tjokrosaputro itu.

PT Hanson International Tbk. gagal membayar utang senilai Rp2,66 triliun kepada 1.845 pihak. Direktur Hanson International Rony Agung mengakui perseroan gagal melakukan pembayaran utang. Pasalnya para kreditur menagih secara bersamaan baik yang pada saat jatuh tempo dan sebelum jatuh tempo.”Saat ini perseroan dan para kreditur sedang dalam tahap negosiasi atas penyelesaian [utang] dengan asset settlement yang dalam penyelesaian pinjaman dapat dialihkan atau digantikan dengan pembelian properti berupa kavling,” katanya.

BERITA TERKAIT

Jaga Kualitas Produksi Tambang - BRMS Kirim Dore Bullion dari Poboya Ke Jakarta

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan bisnis di sektor pertambangan, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) terus mengoptimalkan nilai tambah dalam…

Pasca Marubeli Miliki Saham - SILO Kembangkan Potensi Bisnis Kesehatan

NERACA Jakarta – Mengoptimalkan bisnis layanan kesehatan yang dinilai memiliki prospek positif, PT Siloam Internasional Tbk (SILO) terus perluas kerjasama…

Sentimen Virus Corona Bikin IHSG Merana

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (25/2) sore ditutup melemah dipicu meluasnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lewat Aplikasi Kesehatan Pulse - Prudential Tawaran Pengelolaan Kesehatan Holistik

Inovasi untuk solusi selalu dihadirkan PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) sebagai perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia yang fokus kepada…

Cambio Lofts, Hunian Premium di Alam Sutera

Potensi pasar properti pada tahun 2020 diyakini lebih baik disbanding dua tahun sebelumnya, hal ini terlihat dari munculnya proyek baru…

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…