Ketum DPP Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia - Wabah Anthraks Indikasi Pemerintah Kurang Cermat

Teguh Boediyana

Ketum DPP Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia

Wabah Anthraks Indikasi Pemerintah Kurang Cermat

Jakarta - Penyakit Anthrak di Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta telah menimbulkan kematian beberapa ekor ternak sapi dan seorang manusia. Dan kini, telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementrian Kesehatan RI. Maka, berkaitan dengan hal tersebut, Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) menyampaikan beberapa sikap.

"Pertama, sangatlah menyesalkan dan turut prihatin munculnya wabah Anthraks di Kabupaten Gunungkidul. Hal ini mengindikasi kurang cermatnya Pemerintah (Pemda/pemprov/K-L) dalam menangani (preventif dan kuratif) tentang Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), di sentra-sentra peternakan rakyat yang telah diidentifikasi sejak lama", ungkap Ketum PPSKI Teguh Boediyana, dalam rilisnya di Jakarta, kemarin.

Kedua, lanjut Teguh, belajar dari kasus Anthraks di Gunung Kidul, pemerintah harus mewaspdai kemungkinan merebaknya 25 jenis penyakit yang masuk katagori PHMS lainnya seperti Anthrax, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Rabies, BSE (mad Cow) dan lainnya.

"Kebijakan yang perlu dilakukan pemerintah saat ini adalah mengeluarkan kebijakan terhadap lalulintas ternak, baik yang ada di dalam negeri maupun impor dari wilayah-wilayah tertular agar tidak merebak", ujar Teguh.

Misalnya, mengatur dan mengawasi dengan ketat lalulintas dari Gunung kidul ke wilayah lainnya. Demikian juga dengan importasi daging kerbau dari India, yang tidak memiliki status zona bebas PMK (melanggar UU No. 41 tentang PKH).

Ketiga, pemerintah perlu menganggarkan Dana Tanggap Darurat, biaya untuk vaksinasi masal, melakukan penyuluhan masal di sekolah-sekolah dan di media umum tentang tatacara penanggulangan penyakit Anthrax jika tertular, dengan melibatkan organisasi-organisasi kemasyarakatan."Hal ini, agar setiap muncul wabah PHMS yang sangat berbahaya dapat segera diatasi", tandas Teguh.

Teguh pun berharap, seluruh komponen bangsa yang terlibat dalam pengembangan peternakan sapi dan kerbau dapat bekerja sama untuk mengatasi hal ini. Mohar/Rin

BERITA TERKAIT

Menpan RB - Narkoba Barang Tidak Berharga

Tjahjo Kumolo Menpan RB Narkoba Barang Tidak Berharga  Padang Sidempuan - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB)…

Ketua MPR RI - Kaji Matang Rencana Pulangkan Anak WNI Eks ISIS

Bambang Soesatyo Ketua MPR RI Kaji Matang Rencana Pulangkan Anak WNI Eks ISIS  Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo…

Ketua DPR - Negara Harus Jamin Pembangunan Berkebudayaan Indonesia

Puan Maharani Ketua DPR Negara Harus Jamin Pembangunan Berkebudayaan Indonesia  Semarang - Ketua DPR Puan Maharani meminta negara menjamin terlaksananya…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Empat Terdakwa Ini Terharu Saat Divonis Bebas Murni

Empat Terdakwa Ini Terharu Saat Divonis Bebas Murni NERACA Jakarta - Perasaan haru tak terbendung bagi Anjad Fendi Badriawan, Bim…

Menkop Bertekad Mengurangi Dominasi Susu Impor

Menkop Bertekad Mengurangi Dominasi Susu Impor NERACA Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan, pihaknya akan mematahkan dominasi…

Kemenkumham: Kurangnya Transparansi Informasi Penyebab Kegagalan WBK

Kemenkumham: Kurangnya Transparansi Informasi Penyebab Kegagalan WBK   NERACA Mamuju - Staf Ahli Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Milton Hasibuan…