Awas Saham Gorengan di Bursa!

Salah satu modus kerugian PT Asuransi Jiwasraya (Persero) disebabkan oleh adanya praktik penempatan investasi saham-saham non kredibel, yang mudah digoreng oleh pemain bursa. Saham gorengan memang menggiurkan karena dapat menghasilkan keuntungan besar bagi pelaku, namun pola perdagangan saham seperti ini ini bisa sangat merugikan investor. Jiwasraya sebuah perusahaan BUMN terbukti menjadi korbannya.

Jauh sebelum kasus Jiwasraya, kasus serupa pernah terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI) ketika Bapepem-LK menjadi otoritas pengawasnya, yaitu menggoreng saham Bank Mashill yang meroket nilainya secara mendadak sehingga membuat panik kalangan bursa saat itu. Namun sanksi yang diberikan oleh Bapepam-LK, hanya diberikan surat peringatan dan denda administratif terhadap pelakunya.

Jadi, peristiwa goreng-menggoreng saham sebenarnya modus klasik yang sudah banyak diketahui oleh para pemain bursa. Saat ini yang menjadi korbannya adalah Jiwasraya (BUMN) yang tentunya sampai merugikan negara triliunan rupiah.

Hal ini tentu saja mengundang perhatian serius Presiden Jokowi. Bahkan Presiden meminta agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI untuk segera bekerja keras menghapus praktik goreng-menggoreng saham.

Presiden juga meminta otoritas di bursa secara ketat menindak oknum-oknum yang menjalankan praktik manipulasi ini. "Segera bersihkan bursa dari praktik jual beli saham yang tidak benar. Jangan kalah dengan yang jahat-jahat. Jangan sampai ada lagi dari 100 (harga saham per lembar) digoreng jadi 1.000, goreng-goreng jadi 4.000," ujar Jokowi dalam sambutannya di awal pembukaan transaksi bursa di Jakarta (2/1).

Saham gorengan merupakan saham yang harganya 'dimanipulasi', misalnya dinaikkan dalam waktu singkat. Meski terlihat menarik, namun saham gorengan ini tak aman untuk investasi jangka panjang karena harganya tidak stabil.

Presiden menekankan bahwa Indonesia sedang disorot dunia internasional. Terlebih, saat ini pasar Indonesia mengungguli India, Brasil, dan China sebagai pasar paling menarik bagi investor. Mengacu pada fakta ini, Jokowi memandang bahwa pasar nasional pun harus berbenah dan menjaga kepercayaan investor. Salah satunya dengan melawan praktik-praktik manipulasi dan penipuan di bursa efek.

Pernyataan Jokowi ini disebutnya bukan tanpa dasar. Presiden mengaku sudah mendapat laporan dan informasi mengenai hal ini. Dia pun meminta BEI dan OJK berkoordinasi untuk benar-benar membersihkan praktik kotor di bursa ini.

Sebelumnya, Kementerian BUMN juga sempat menyinggung adanya dugaan salah satu penyebab gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (persero). Salah satunya adalah investasi Jiwasraya yang disalurkan untuk membeli saham-saham gorengan.

Pada umumnya saham yang digoreng adalah emiten yang memiliki kapitalisasi pasar kecil. Saham seperti ini akan mudah dikendalikan atau digoreng agar saham tersebut mengalami lonjakan signifikan. Berbeda dengan saham kapitalisasi besar atau blue chip, yang minim sekali digoreng.

Patut diketahui, bahwa masih banyak pemain bursa yang berani mengambil risiko tinggi dengan membeli saham gorengan, kendati bukan sebagai transaksi wajar. Untuk itu, Kementerian BUMN bersama Kementerian Keuangan, selaku pemegang saham BUMN, sekarang harus tegas melarang BUMN berinvestasi di saham kategori seperti itu.

BERITA TERKAIT

RI Jadi Negara Maju?

Amerika Serikat baru-baru ini telah mengeluarkan Indonesia dari kelompok negara berkembang menjadi negara maju. Hal ini sesuai prediksi sebelumnya Lembaga…

Usut Tuntas Korupsi BUMN

Dua perusahaan asuransi milik negara, Jiwasraya dan Asabri, saat ini menghadapi ujian perbuatan  kriminal berat. Murni perbuatan kriminal, bukan kejahatan…

Penyederhanaan Regulasi Penghambat

Menyimak kondisi ekonomi Indonesia saat ini cenderung bersifat stagnan, hal ini didukung dengan adanya data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal…

BERITA LAINNYA DI EDITORIAL

Benahi Data JKN Gratis!

Meski sejumlah pihak dan DPR meminta pemerintah agar tidak menaikkan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta mandiri kelas 3,…

RI Jadi Negara Maju?

Amerika Serikat baru-baru ini telah mengeluarkan Indonesia dari kelompok negara berkembang menjadi negara maju. Hal ini sesuai prediksi sebelumnya Lembaga…

Usut Tuntas Korupsi BUMN

Dua perusahaan asuransi milik negara, Jiwasraya dan Asabri, saat ini menghadapi ujian perbuatan  kriminal berat. Murni perbuatan kriminal, bukan kejahatan…