HOKI Perluas Penetrasi Pasar di Jawa dan Sumatera - Targetkan Pendapatan Tumbuh 15%

NERACA

Jakarta – Mempertimbangkan potensi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik yang terjaga menjadi harapan bagi PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (HOKI) target bisnis tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Apalagi, perseroan memperkirakan kinerja pendapatan dan laba bersih mampu mencapai 10%-15%.

Investor Relations Buyung Poetra Sembada Dion Surijata mengatakan target tersebut memungkinkan untuk direalisasikan apabila tak ada kondisi eksternal yang berada di luar prediksi. Misalnya, seperti faktor cuaca yang mempengaruhi produksi. Namun, sejauh ini dia melihat bahwa produk beras kemasan masih stabil pertumbuhannya.”Strateginya dengan terus melakukan penetrasi pasar ke wilayah-wilayah yang belum ada beras merek kita,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dion menyebutkan, untuk penetrasi pasar sudah dilakukan di berbagai daerah utama, tetapi produsen beras kemasan merek Topi Koki ini juga mengejar perluasan pasar di luar pulau Jawa dan di Sumatra. Pada tahun ini podusen beras tersebut akan berfokus menyelesaikan pembangunan pabrik tahap pertama di Sumatra Selatan yang berkapasitas 20 ton per jam. Pembangunannya sudah mulai dilakukan pada akhir tahun lalu.

Khusus untuk pabrik tersebut, perseroan menggelontorkan investasi senilai Rp70 miliar. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2019, produsen beras kemasan ini mencatatkan penjualan bersih Rp1,23 triliun, tumbuh 15,64% secara tahunan. Perusahaan melakukan penjualan salah satunya kepada PT Indomarco Prismatama senilai Rp246,14 miliar.

Perolehan penjualan bersih berasal dari penjualan beras sebesar Rp1,25 triliun atau tumbuh 14,96% secara tahunan, dengan retur yang dapat ditekan 10,66% secara tahunan. Beban pokok penjualan tercatat naik 16,01% menjadi Rp1,05 triliun, serta beban penjualan naik 8,12% secara tahunan menjadi Rp23,58 miliar. Kenaikan beban penjualan berasal dari kenaikan ongkos kirim yakni 20,43% menjadi Rp22,64 miliar.

Analis Sucor Sekuritas, Jennifer Widjada dalam riset pernah bilang, kinerja PT Buyung Poetra Sembada Tbk diyakini bakal positif dalamjangka panjang. Pasalnya, perseroan punya hubungan yang erat dengan para pemasok. Ditambah lagi, HOKI kian gencar untuk memperluas pangsa pasar, salah satunya menjalin kerjasama dengan Alfamart.“Hubungan erat dengan pemasok memungkinkan HOKI untuk mengamankan harga lebih baik dengan pasokan yang berkualitas,"jelasnya.

Meskipun perlu diakui, musim panas yang berkepanjangan membuat sawah kering dan berisiko terjadi kekurangan pasokan. Namun dia optimistis kondisi tersebut tidak akan menjadi batu sandungan bagi HOKI mengingat hubungan emiten dengan 205 pemasoknya cukup kuat. Belum lama ini, HOKI menambah kapasitas produksinya menjadi 20 ton per jam untuk pabrik di Subang. Ditambah lagi, HOKI juga meningkatkan keberadaannya di saluran perdagangan modern (MT), serta membangun pabrik di Sumatra Selatan. Sebagai informasi, pendapatan emiten pedagang beras tersebut sebagian besar berasal dari perdagangan general (GT) sekitar 54%, sedangkan 38% berasa dari saluran MT.

BERITA TERKAIT

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…

Bentuk Manajemen Baru - Saham AISA Dipastikan Tidak Didelisting

NERACA Jakarta – Resmi terbentuknya manajemen baru pasca tersandung masalah hukum hingga berujung suspensi saham yang berkepanjangan, kini manajemen PT…

Gelar Rights Issue - Bank Banten Bidik Dana di Pasar Rp 1,2 Triliun

NERACA Jakarta – Masih negatifnya kinerja keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS), tidak menyurutkan rencana aksi korporasi perseroan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mudahkan Pengembang Cari Modal - DPD REI DKI Targetkan Lima Anggotanya IPO

NERACA Jakarta –Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta mengajak anggotanya yang merupakan perusahaan pengembang…

Ketatnya Kompetisi Pasar Mobil - Pendapatan Astra Internasional Terkoreksi Tipis 1%

NERACA Jakarta – Tahun 2019 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi bisnis PT Astra Internasional Tbk (ASII). Pasalnya, sentimen melorotnya…

IHSG Merana Karena Corona - BEI Cermati Pasar Hingga Protokol Krisis

NERACA Jakarta – Tren penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak Senin awal pekan kemarin sebagai respon sentimen negatif virus…