Generasi Milenial Didorong Gunakan Medsos Aplikasikan Nilai Pancasila

Generasi Milenial Didorong Gunakan Medsos Aplikasikan Nilai Pancasila

NERACA

Jakarta - Komunitas Pancasila Muda mendorong generasi milenial yang akrab dengan dunia informasi teknologi dapat memanfaatkan media sosial (Medsos) untuk menyebarkan dan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila.

"Keseharian generasi milenial identik dengan media sosial sehingga milenail kita dorong ikut menyebarkan nilai nilai Pancasila secara sederhana dengan bermedsos secara bijak dan membuat konten positif yang mencerahkan," kata Kepala Sekolah Pancasila Muda Dedi Triadi seperti dikutip dalam siaran pers di Jakarta, Senin (9/12/2019).

Dedi Triadi di hadapan puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia dalam acara Sekolah Pancasila Muda di Wisma Makara, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Minggu (8/12) lebih lanjut mengatakan keikutsertaan mahasiswa pada kegiatan tersebut untuk mengenalkan lebih dekat nilai Pancasila yang dapat diaplikasikan dalam, kehidupan sehari-hari.

"Nilai Pancasila harus melekat dalam kehidupan generasi milenial untuk membawa kemajuan di saat Indonesia menghadapi bonus demografi di tahun 2045. Pada tahun 2045 Indonesia akan menghadapi ledakan pemuda dan alumni Sekolah Pancasila Muda ini harus menjadi agen di masa itu," katanya.

Dikatakannya para peserta nantinya hanya cukup membiasakan diri menjalankan pikiran dan memainkan jemarinya dengan membuat konten-konten menarik namun positif, dan di dalamnya tertuang nilai-nilai Pancasila.

"Setelah ikut kegiatan ini peserta harus update status, nge-vlog tentang nilai Pancasila dan membuat konten tentang Pancasila. Nanti kita pantau sejauh mana konten itu menjadi perhatian publik," katanya.

Menurut Dedi, cara tersebut dinilai efektif dalam menanamkan nilai Pancasila di era milenial seperti saat ini. Contohnya, para peserta angkatan pertama sudah mengaplikasikan nilai Pancasila melalui berbagai gerakan kemanusiaan, seperti penggalangan dana untuk membantu meringankan korban bencana di Tanah Air.

"Kita memang pacu di situ membuat aksi baik secara online maupun offline. Angkatan pertama sudah ada koordinatornya, mereka rutin melakukan kopi darat atau pertemuan membahas perkembangan konten-konten yang berkaitan dengan Pancasila," kata dia.

Dikatakannya, Sekolah Pancasila Muda sebelumnya sudah diselenggarakan di Jakarta, Bogor, dan Bandung.

Pada Sekolah Pancasila Muda keempat ini, Redaktur Pelaksana Liputan6.com Harun Mahbub Billah (HMB) memandu pelatihan jurnalistik praktis."Anak muda harus menulis, tak hanya untuk portofolio dan mengasah pikiran, tapi juga untuk menambah konten-konten positif di era banjir informasi dewasa ini," katanya.

Selanjutnya pemaparan dari Muslim AR selaku digital strategist yang membawakan materi digital media sosial."Interaksi manusia di luar media sosial semestinya yang menentukan ke dalam relasi manusia, bukan sebaliknya," ujarnya. Ant

BERITA TERKAIT

Penyampaian Pelajaran Pancasila Perlu Diubah

Penyampaian Pelajaran Pancasila Perlu Diubah   NERACA Depok - Rektor Universitas Indonesia Prof. Ari Kuncoro mengatakan pelajaran tentang Pancasila perlu diubah…

Intoleransi Akar Utama Radikalisme dan Terorisme

Intoleransi Akar Utama Radikalisme dan Terorisme   NERACA Ambon - Anggota MPR-RI Mercy Chriesty Barends menegaskan sikap tidak toleran dengan keberagaman…

Revitalisasi Monumen Pers Sambut Peradaban Baru

Revitalisasi Monumen Pers Sambut Peradaban Baru   NERACA Solo, Jateng - Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

ICW: Penindakan Kasus Korupsi Pada 2019 Turun Drastis

ICW: Penindakan Kasus Korupsi Pada 2019 Turun Drastis NERACA  Jakarta - Penelitian Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkapkan penindakan kasus korupsi…

Dewan Pers Tak Dilibatkan dalam Pembahasan Omnibus Law

Dewan Pers Tak Dilibatkan dalam Pembahasan Omnibus Law  NERACA Jakarta - Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers, Agung Dharmajaya,…

Pabrik Kosmetik Ilegal di Depok Beromzet Rp200 Juta per Bulan

Pabrik Kosmetik Ilegal di Depok Beromzet Rp200 Juta per Bulan NERACA Jakarta - Pabrik kosmetik ilegal di kawasan Jatijajar, Depok,…