Hanson Gagal Bayar Balikkan Pinjaman Individu - Diburu Banyak Nasabah

NERACA

Jakarta- Pasca ditahan dan ditetapkannya komisaris utama PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro sebagai tersangka kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya, perdagangan saham PT Hanson Internasional Tbk sebagai emiten properti ikut terkoreksi sebagai reaksi atas kasus yang menimpa Benny Tjokro. Melansir dari RTI, dalam satu bulan terakhir, saham MYRX tidak mengalami perubahan harga dan terus bertengger di angka Rp50 per saham.

Jika dilihat lebih jauh lagi, saham MYRX mengalami kontraksi signifikan, yakni hingga -45,65% dalam tiga bulan terakhir atau setara dengan koreksi -60,63% dalam lima tahun terakhir. Sampai dengan perdagangan Rabu (15/01), saham MYRX masih ditutup stagnan pada level Rp50 per saham. Sementara pihak manajemen dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengakui gagal bayar pinjaman individual yang telah jatuh tempo.

Direktur Hanson International, Rony Agung mengakui perseroan memiliki perjanjian antar individu. Total nilai pinjaman tersebut mencapai Rp2,66 triliun. Menurutnya, masing-masing kreditur mengajukan pencairan secara bersamaan, sebelum jatuh tempo dan pada saat jatuh tempo.”Terkait pinjaman individual yang telah jatuh tempo, memang benar perseroan telah gagal bayar,"ujarnya.

Perseroan, lanjutnya, tidak mempunyai kemampuan untuk membayarkan seluruh pinjaman individu untuk saat ini. Akan tetapi perseroan tetap dapat menjalankan kegiatan usaha karena masing-masing proyek punya kas sendiri. Dirinya pun menegaskan, perseroan berkomitmen untuk menyelesaikan pinjaman individual itu. Saat ini, perseroan masih dalam proses mencari solusi terbaik yang bisa ditawarkan untuk menyelesaikan pinjaman tersebut.

Salah satu cara yang ditempuh, yakni dengan asset settlement atau penyelesaian pinjaman dengan mengalihkan atau menggantikannya dengan pembelian properti berupa kavling. Selain itu, MYRX juga menempuh upaya restrukturisasi uang dan rencana penjualan sebagian aset atau saham di level anak perseroan."Agar perseroan segera mendapat dana untuk menyelesaikan kewajiban perseroan tersebut," kata Rony.

Sebagai informasi, MYRX wajib melunasi utang sebesar Rp147,25 miliar kepada 97 pihak pada Oktober tahun lalu. MYRX sempat melakukan pelunasan sebesar Rp503 miliar kepada 287 pihak pada November dan Rp425 miliar kepada 256 pihak pada Desember 2019. Total utang yang harus dilunasi ialah sebesar Rp1,07 triliun. Pada 2020, antara Januari—Oktober, perseroan harus melunasi utang sebesar Rp1,58 triliun.

Seperti diketahui, sejak 2016, MYRX melakukan perjanjian bilateral bersama banyak pihak untuk menghimpun dana. Dana tersebut, diputar kembali sebagai modal kerja proyek. Kala itu, MYRX menjanjikan bunga 9% hingga 12% dengan jangka waktu di bawah satu tahun kepada kreditur. Akan tetapi, pada 28 Oktober 2019 penghimpunan dana dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menilai produk MYRX serupa dengan tabungan dan deposito yang ditawarkan sektor perbankan.

Karena itu, Satgas Waspada Investasi OJK mewajibkan MYRX membayarkan kewajiban ke pemilik dana sesuai tanggal jatuh temponya masing-masing. Berdasar keterbukaan informasi yang disampaikan MYRX, saat ini perusahaan dan para kreditur sedang bernegosiasi atas penyelesaian dengan asset settlement.

BERITA TERKAIT

Jaga Kualitas Produksi Tambang - BRMS Kirim Dore Bullion dari Poboya Ke Jakarta

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan bisnis di sektor pertambangan, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) terus mengoptimalkan nilai tambah dalam…

Pasca Marubeli Miliki Saham - SILO Kembangkan Potensi Bisnis Kesehatan

NERACA Jakarta – Mengoptimalkan bisnis layanan kesehatan yang dinilai memiliki prospek positif, PT Siloam Internasional Tbk (SILO) terus perluas kerjasama…

Sentimen Virus Corona Bikin IHSG Merana

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (25/2) sore ditutup melemah dipicu meluasnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Lewat Aplikasi Kesehatan Pulse - Prudential Tawaran Pengelolaan Kesehatan Holistik

Inovasi untuk solusi selalu dihadirkan PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) sebagai perusahaan asuransi terkemuka di Indonesia yang fokus kepada…

Cambio Lofts, Hunian Premium di Alam Sutera

Potensi pasar properti pada tahun 2020 diyakini lebih baik disbanding dua tahun sebelumnya, hal ini terlihat dari munculnya proyek baru…

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…