Bayar Utang, Indosat Terbitkan Sukuk Rp 2,5 Triliun

PT Indosat Tbk (ISAT) berencana menerbitkan obligasi Indosat konvensional dengan bunga tetap dan sukuk ijarah dengan jumlah total emisi sebesar Rp2,5 triliun dan jangka waktu maksimal 10 tahun. Rencananya, penggunaan obligasi tersebut akan digunakan untuk investasi dan pembayaran utang.

Informasi tersebut disampaikan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (17/4). Sebelumnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), telah menerbitkan peringkat idAA+ (Double A Plus) dengan outlook stabil untuk Obligasi Indosat.

Penerbitan obligasi Indosat berdenominasi rupiah itu dibantu oleh sindikasi penjamin emisi yang terdiri dari PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT HSBC Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas dan PT Standard Chartered Securities Indonesia.

Sementara bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) dan penasehat hukum dalam penerbitan obligasi rupiah ini adalah Assegaf Hamzah and Partners; dengan notaris Ny. Titik Poerbaningsih Adi Warsito, SH., serta auditor independen oleh Ernst & Young (Purwantono, Suherman & Surja).

Salah satu penjamin emisi obligasi Indosat, Direktur Utama HSBC Securities Hari Mantoro mengatakan, diperkirakan obligasi Indosat itu terbit pada bulan Juni mendatang."Diperkirakan terbit bulan Juli untuk obligasi indosat," kata dia.

Asal tahu saja, sebelumnya Pefindo mencatat sekitar 3% dari total obligasi korporasi yang diterbitkan merupakan obligasi syariah atau Sukuk. Dimana nilai sukuk yang diterbitkan hanya sebesar Rp5,3 triliun dari Rp185 triliun obligasi korporasi yang diterbitkan. “Sukuk ini cuma Rp5,3 triliun, dibanding Rp185 triliun obligasi yang beredar. Jadi Sukuk ini cuma 3% dari total obligasi korporasi yang beredar sekarang. Ini Per 11 april,” kata Vice President Financial Institution Ratings Pefindo Hendro Utomo..

Dia menjelaskan, masih kecilnya porsi Sukuk bisa dibilang karena permintaan pada obligasi syariah belum begitu besar. Hal ini menyebabkan perusahaan-perusahaan yang mau menerbitkan sukuk berpikir dua kali.

Sukuk sendiri bisa digunakan oleh perusahaan-perusahaan untuk memeroleh pendanaan jangka panjang. Apalagi saat ini Indonesia sudah masuk rating investment grade sehingga imbal hasil yang harus dibayarkan bisa lebih rendah. (bani)

Related posts