Penarikan Uang Lusuh dan Lama Terus Digenjot

NERACA

Serang—Penarikan uang lusuh dan lama tampaknya dilakukan Bank Indonesia secara serentak di seluruh Indonesia. Stiap bulan Bank Indonesia melayani uang lusuh dari masyarakat sekitar 50% dari Rp 4 miliar jumlah uang yang disediakan pada kegiatan layanan penukaran uang kecil. "Penukaran uang kecil di kantor perwakilan BI Banten rata-rata Rp4 miliar, dan 50% uang yang ditukarkan warga Banten dalam kondisi lusuh atau kumuh," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten Andang Setyobudi di Serang, Selasa.

Menurut Andang, uang yang sudah sobek namun masih utuh yang oleh BI diganti dengan uang baru dengan jumlah nominal sama dengan uang yang ditukar. Bahkan warga yang menukarkan uang lusuh akan diganti dengan uang baru dengan jumlah nominal yang sama, sepanjang uang lusuh tersebut masih dalam kondisi utuh.

Selain di kantor perwakilan BI Banten, pelayanan untuk penukaran uang kecil juga dilakukan dengan menggunakan dua mobil keliling yang ditempatkan di tempat-tempat strategis dengan jumlah uang yang disediakan sekitar Rp2 miliar.

Andang menambahkan meskipun kantor perwakilan BI Banten belum melaksanakan fungsi penuh yang salah satunya di bidang sistem pembayaran, dalam rangka meningkatkan layanan masyarakat terkait penukaran uang pecahan kecil, secara rutin pihaknya bekerja sama dengan direktorat pengedaran uang di kantor pusat BI yang melayani kegiatan tersebut.

Lebih jauh Andang mengimbau warga Banten, khususnya di Kota Serang, yang ingin menukarkan uangnya ke kantor perwakilan BI Banten dapat dilakukan pada Hari Senin, Selasa atau Rabu pada awal minggu setiap bulan. "Apabila pada awal bulan tidak terdapat Hari Senin, maka pelaksanaan penukaran uang akan dilaksanakan pada hari yang sama minggu berikutnya.

Sementara itu, dari Kepala Bank Indonesia Balikpapan Tutuk SH Cahyono mengumumkan penarikan uang logam pecahan Rp5, Rp25, Rp50, dan Rp100 dari berbagai tahun keluaran. "Kami menarik kembali uang logam pecahan Rp5 tahun emisi 1970 dan 1974, Rp25 tahun emisi 1971, dan Rp50 tahun 1971, serta Rp100 tahun keluaran 1973 dan 1978,” paparnya

Pihaknya mempersilakan masyarakat untuk menukarkan uang pecahan senilai tersebut di Bank Indonesia. "Bagi masyarakat yang masih punya, dan kemudian ingin mendapat uang baru, silakan datang ke Bank Indonesia pada jam kerja," ujarnya

Batas akhir penarikan atau penukaran adalah 24 Juni 2012. Bank Indonesia Balikpapan melayani masyarakat Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser. Penarikan itu sendiri berdasar pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.4/3/PBI/2002 tanggal 6 Juni 2002.

Di sisi lain uang pecahan ini sesungguhnya sudah nyaris tidak pernah ditemui lagi beredar di Balikpapan. Di tangan warga Kota Minyak itu umumnya uang pecahan terkecil yang beredar adalah Rp1.000 uang kertas. **cahyo

Related posts