Harga CPO Turun, Menggerus Pendapatan Astra Agro Lestari 6,5% - Kinerja Kuartal I-2012

Neraca

Jakarta - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membukukan pendapatan pada kuartal pertama 2012 negatif atau turun 6,5% dari Rp 2,76 triliun pada priode yang sama tahun 2011 menjadi Rp 2,58 triliun di 2012.

Presiden Direktur AALI Widya Wiryawan mengatakan, penurunan pendapatan ini disebabkan harga jual rata-rata CPO perseroan turun sebesar 6,9% dari Rp 8.278 kilogram di 2011 menjadi Rp 7.706 per kilogram tahun ini, “Dampak penurunan pendapatan ini, total pendapatan Astra Agro memperoleh sekitar 89,3% atau Rp 2,3 triliun dari bisnis CPO. Sedangkan kernel dan turunannya memberikan kontribusi sebesar 10,7 persen atau Rp 0,28 triliun,”katanya di Jakarta, Selasa (17/4).

Selain itu, dia juga menuturkan, penjualan minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) hingga kuartal pertama di 2012 didominasi untuk kebutuhan pasar domestik. Nilai penjualan perseroan ke pasar lokal itu mencapai Rp 2,21 triliun atau 96% dari total penjualan CPO Astra. Sementara sisanya sebesar Rp 96 miliar atau 4% diekspor.

Bagikan Dividen

Disamping itu, perseroan juga membagi dividen Rp 995 per saham yang diambil dari laba bersih tahun buku 2011. Kata Widya, pembagian dividen telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), “Dividen akan diperhitungkan dengan dividen interim sebesar Rp 300 per saham yang telah dibayarkan pada 10 November 2011. Sedangkan sisanya sebesar Rp 695 per saham akan dibayarkan mulai 29 Mei 2012 mendatang,”ujarnya.

Kemudian pembayaran dividen sendiri akan diberikan untuk pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada 11 Mei 2012. Sebagai informasi, kinerja perseroan selama 2011 berhasil mencatat pendapatan bersih Rp 10,77 triliun atau meningkat 21,8% dibanding 2010 sebesar Rp 8,84 triliun.

Peningkatan pendapatan bersih tersebut diperoleh dari kenaikan penjualan Crude Palm Oil (CPO) 12,9% dan kenaikan rata-rata harga jual CPO 7,8%. Hal tersebut berdampak pada naiknya laba bruto sebesar 9% menjadi Rp 3,93 triliun dengan tingkat margin laba sebesar 36,5%. Adapun laba yang didistribusikan kepada pemilik perseroan 2011 sebesar Rp 2,41 triliun dibanding 2010 yang sebesar Rp2,02 triliun atau meningkat 19.3 % dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp 2,02 triliun. Laba bersih per saham mengalami peningkatan menjadi Rp 1.528 per saham.

Selain itu, pada 2011 perseroan membukukan total aset sebesar Rp 10,20 triliun atau meningkat 16,1% dibandingkan trahun 2010. Peningkatan aset ini disebabkan oleh peningkatan aset tidak lancar perseroan sebesar 23,4% dari Rp 6,74 triliun pada tahun 2010 menjadi Rp 8,32 triliun pada tahun 2011, terutama karena peningkatan aset tetap sesuai dengan keseluruhan investasi perseroan.

Asal tahu saja, anak perusahaan PT Astra International Tbk ini telah membuat total area perkebunan sawit yang dikelola perseroan sampai dengan kuartal I tahun 2012 mencapai 266.856 hektar, terdiri dari 206.682 hektra kebun inti(77,5%) dan 60.174 hektar kebun plasma(22,5%). Dari total area lahan tersebut, areal tanaman menghasilkan mencapai 237.038 hektar atau 88,8%, sementara areal tanaman belum menghasilkan, seluas 29.819 hektar atau 11,2%. (didi)

Related posts