Trimegah Aset Management Bukukan Dana Kelola Rp 4 Triliun - Kinerja Kuartal I-2012

Neraca

Jakarta - PT Trimegah Asset Management (TRAM) mencatatkan dana kelolaan tumbuh sekitar 10% menjadi Rp4 triliun hingga kuartal pertama 2012, “Hingga kuartal pertama 2012, mayoritas produk reksa dana kami mampu menghasilkan return di atas indeks saham maupun deposito. Faktor ini cukup berperan dalam mendorong pertumbuhan dana kelolaan PT Trimegah Asset Management,”kata Direktur Utama PT Trimegah Asset Management, Denny Thaher, Selasa (17/4).

Menurutnya, selama triwulan I-2012, produk TRAM Equity Focus dan TRIM Syariah Saham mencatat return masing-masing sekitar 14,23% dan 13,01%. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam periode tersebut hanya naik sekitar 7,83%. Produk lain seperti TRIM Kapital Plus dan TRAM Consumption Plus juga menghasilkan return lebih tinggi dibandingkan IHSG.

Kata Denny, meningkatknya kinerja produk TRAM tersebut merupakan hasil dari strategi pengelolaan dana dari tim investasi yang cukup solid."Kami tidak hanya mengejar return tinggi, tapi juga memastikan bahwa resiko investasinya tetap bisa dikelola dan dipertanggungjawabkan kepada nasabah," paparnya.

Asal tahu saja, hingga akhir tahun 2012, TRAM menargetkan dana kelolaan senilai Rp5,5 triliun. Selain itu, untuk pertumbuhan laba emiten di bursa bisa mencapai sekitar 17% dan IHSG berpotensi menguat hingga 15,25% ke level 4.400.

Selain itu, produk TRAM Infrastructure Plus yang baru dirilis 28 Maret 2012 lalu, perseroan telah menjaring dana nasabah mencapai lebih dari Rp100 miliar. Oleh karena itu, perseroan optimis reksa dana yang berbasis pada saham-saham di sektor infrastruktur menjadi primadona nasabah.

Sebagaimana diketahui, perseroan menargetkan dana kelola dari produk TRAM Infrastruktur Plus sebesar Rp 500 miliar ditahun ini. Pada produk reksa dana infrastruktur tersebut, akan diserap 60% investor institusi dan 40% investor ritel.

Rencananya, dari produk TRAM Infrastructure Plus akan ditempatkan 80-100% dari portofolio akan pada efek ekuitas, dengan 60% di antaranya ditempatkan pada sektor terkait infrastruktur sebagai portofolio. (bani)

Related posts