Mengenal Penyakit Bipolar

Pengusaha sekaligus influencer Medina Zein terjerat kasus narkotika. Dia ditangkap polisi di sebuah rumah sakit di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Adik ipar aktor Ibra Azhari ini positif narkotika jenis amphetamine dan methamphetamine.

Akan tetapi yang ia derita.

"Ada salah satu obat yang digunakan saya, tapi dengan izin dokter. Narkoba golongan apa saya enggak paham. Itu yang membuat [tes urine] positif. Tapi itu obat bipolar," tutur Medina saat ditemui di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (3/1). Sebenarnya, apa itu gangguan bipolar?

Gangguan bipolar atau bipolar adalah gangguan mental yang berhubungan dengan perubahan suasana hati yang bergerak dengan cepat. Melansir dari Web MD, bipolar adalah penyakit yang sangat serius dan bisa mengakibatkan perilaku berisiko bahkan tendensi untuk bunuh diri.

Mereka yang memiliki bipolar mengalami periode saat mereka merasa sangat bahagia dan berenergi juga periode kesedihan, hilang harapan dan lesu. Antara dua periode ini mereka merasa normal. Sebutan 'bipolar' menggambarkan kondisi dua kutub mood yang berbeda.

Periode bahagia dan penuh energi disebut dengan 'manic' atau mania. Pengidap bipolar merasa sangat bahagia dalam waktu lama, kebutuhan tidur menurun, bicara sangat cepat, terlalu percaya pada kemampuan sendiri. Ini tak selalu berhubungan dengan hal positif sebab di periode mania, pasien bisa membuat keputusan impulsif, ceroboh, mengalami delusi atau halusinasi, gelisah dan impulsif, dan mudah terganggu.

Sedangkan periode 'depressive' menggambarkan pasien mengalami periode sangat sedih atau depresi. Gejalanya seperti gangguan depresi seperti sedih, putus asa dalam waktu lama, menarik diri dan kehilangan minat dari aktivitas yang digemari.

Narkotika bukan jawaban

Menurut Andri, psikiater Omni Hospital Alam Sutera, amphetamine jadi komponen obat Adderall untuk pengobatan pasien Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) di Amerika Serikat. "Jadi bukan obat untuk gangguan bipolar ya saudara-saudara," kata Andri dikutip dari CNNIndonesia.com.

Berkaitan dengan kasus Medina, Andri enggan berkomentar sebab Medina mengaku obat diperoleh dari dokter. Namun selama praktik, penyalahgunaan narkotika dan alkohol bukan lagi hal baru. "Saat praktik saya banyak menemui pasien-pasien yang mencoba mengobati gejala gangguan jiwanya sendiri dengan menyalahgunakan alkohol dan zat terlarang di Indonesia seperti amphetamine yang terkandung dalam sabu, ada juga yang menggunakan obat dokter seperti benzodiazepine tapi tanpa konsul ke dokter [alias] beli sendiri," ujar Andri. Alkohol, lanjutnya, dikonsumsi dengan harapan bisa mengatasi rasa cemas, membantu tidur dan membuat rileks. Sabu dan ekstasi yang mengandung amphetamine dikonsumsi demi memperoleh sensasi euforia, bersemangat, kemampuan seks bertambah dan memacu performa kerja.

BERITA TERKAIT

Adu Cepat Kerja Pemerintah dengan Virus Covid-19

Penanganan virus corona jenis baru atau SARS-CoV-2 harus beradu cepat dengan waktu. Ahli kesehatan masyarakat Nadia Nurul mengungkapkan, peningkatan kasus…

Sebaiknya Olahraga di Dalam Ruangan selama Wabah Corona

Melakukan olahraga di tengah anjuran tinggal di rumah selama wabah corona (Covid-19) berlangsung jadi tantangan tersendiri. Padahal, aktivitas olahraga di…

Manfaat Berjemur di Bawah Sinar Matahari

Di tengah pandemi infeksi virus corona atau COVID-19, saran untuk berjemur di bawah sinar matahari kian terdengar. Wajar saja, berjemur…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Chairman Barito Pacific Group Sumbang Rp30 Miliar - Penanganan COVID-19

Prajogo Pangestu, Founder dan Chairman Barito Pacific Group menyalurkan bantuan untuk penanganan pandemi COVID-19 senilai Rp 30 miliar, yang diserahkan…

Mengatasi Gangguan Makan karena Stres 'di Rumah Aja'

Stress eating merupakan kondisi ketika seseorang tak berhenti makan karena stres, cemas, atau merasakan emosi lainnya. Stres eating rentan terjadi…

Mengenal Airborne, Airborne Aerosol, dan Bertahan di Udara

WHO menyatakan bahwa cara penyebaran virus corona tidak menular lewat udara alias airborne. Bukti saat ini, virus penyebab Covid-19 ditularkan…