Agung Podomoro Akuisisi SAMP Senilai Rp 216 Miliar

Neraca

Jakarta- PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) sepakati perjanjian pengikatan jual beli saham dalam rangka akuisisi 55% saham di PT Sumber Air Mas Pratama (SAMP) senilai Rp216 miliar.

Kata Presiden Direktur dan CEO APLN Trihatma Kusuma Halim, akuisisi saham PT Sumber Air Mas Pratama dilakukan karena nilai jual memperbesar bisnis perseroan, "Melihat permintaan untuk kawasan industri meningkat, kami akan turut serta mengambil bagian dalam sektor yang sedang bertumbuh ini,"katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (17/4).

Menurutnya, dengan akuisisi melalui dukungan nama baik serta reputasi perseroan yang kuat, diyakini dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperbesar perusahaan. Akuisisi ini merupakan akuisisi kedua yang dilakukan Agung Podomoro Land dengan luas tanah yang cukup besar.

Diharapkan dengan akuisisi berjumlah besar dapat berkontribusi kepada perusahaan untuk jangka 4 sampai 5 tahun mendatang. PT Sumber Air Mas Pratama sendiri memiliki 342 hektar tanah di Karawang Barat, Jawa Barat, yang akan disiapkan untuk kawasan industri.

Akuisisi Hotel di Bali

Sebelumnya, perseroan berencana mengakuisisi hotel di Bali pada tahun ini. Nilai akuisisi ditaksir mencapai Rp 400 miliar. “Kami akan mengembangkan bisnis perhotelan di Bali, ada rencana mengakuisisi satu hotel di sana. Nilai akuisisinya sekitar Rp 400 miliar, tapi kami akan join dengan pemilik lahan,” kata Wakil Direktur Utama II PT Agung Podomoro Land Tbk Indra Wijaya.

Menurutnya, akuisisi hotel ini merupakan bagian dari rencana ekspansi Agung Podomoro Land di Bali. Dalam kerja sama tersebut, Agung Podomoro tetap mayoritas, dengan porsi sebesar 51%. Sedangkan sisanya adalah porsi pemilik lahan. Strategi bekerja sama dengan investor, terutama pemilik lahan, lanjut dia, merupakan strategi bisnis Agung Podomoro Land, ketika berekspansi ke suatu daerah.

Pemilik lahan yang menjadi mitra perseroan adalah pengusaha Surabaya. Meski saat ini hotel tersebut sudah beroperasi, namun kata Indra, hotel tersebut akan dikembangkan lagi, sehingga bisa memberi hasil yang lebih baik dari yang ada saat ini.

Rencananya hotel yang akan diakusisi ini berdiri di atas lahan seluas 4 hektar (ha) yang terletak di daerah Seminyak. Dengan aturan pemerintah kota Bali, tidak ada gedung yang bisa didirikan lebih tinggi dari pohon kelapa. Sehingga Agung Podomoro berupaya untuk meningkatkan kelas dari hotel tersebut dibanding meningkatkan tingginya. “Kami upayakan pengembangan maksimal untuk hotel ini. Saat ini hotelnya, hanya ada empat lantai,"paparnya.

Untuk ekspansi ini perseroan sebelumnya telah membentuk dua anak usaha property batu yaitu PT Central Cipta Bersama dan PT Tunas Karya Bersama. (bani)

Related posts