Sepi Sentimen Positif, Indeks BEI Cenderung Melemah

Neraca

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Selasa, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 10,784 poin (0,26%) ke level 4.157,365. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 1,411 poin (0,19%) ke level 709,001.

Penguatan indeks dipengaruhi aksi beli yang cukup memberikan andil besar jelang penutupan pasar. Pasalnya, penguatan tipis indeks BEI menjadi satu-satunya bursa yang menguat di Asia lantaran sentimen negatif datang dari Eropa atas tingginya imbal hasil surat utang bertenor 10 tahun milik Spanyol.

Berikutnya, indeks Rabu diproyeksikan akan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah. Indeks diperkirakan akan bergerak di level 4.143-4.150. Pada perdagangan kemarin, saham-saham berbasis agrikultur dan konsumer masih menjadi pemberat bursa. Untungnya, penguatan saham-saham lapis dua berbasis industri dasar menahan indeks di zona hijau.

Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 325,931 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 137.383 kali pada volume 8,702 juta lot saham senilai Rp 4,342 triliun. Sebanyak 141 saham naik, sisanya 126 saham turun, dan 100 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 1.200 ke Rp 8.000, Astra Internasional (ASII) naik Rp 500 ke Rp 74.040, United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 30.600, dan Cahaya Kalbar (CEKA) naik Rp 475 ke Rp 2.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Surya Toto (TOTO) turun Rp 4.100 ke Rp 45.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.300 ke Rp 58.650, Hero Supermarket (HERO) turun Rp 400 ke Rp 5.150, dan Hexindo (HEXA) turun Rp 250 k Rp 10.300.

Perdagangan Sesi I

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik tipis 7,0,17%) ke level 4.153,755. Sementara Indeks LQ 45 menguat tipis 1,331 poin (0,18%) ke level 708,921. Pergerakan indeks masih tipis dan belum terlalu kencang karena investor masih dihadapi dengan kekhawatiran memanasnya kembali krisis utang Eropa. Selain itu, hari ini mayoritas bursa Asia terkena koreksi.

Saham-saham konsumer dan agrikultur yang kemarin sempat naik cukup tinggi mulai terkena aksi ambil untung. Saham-saham lapis dua berbasis aneka industri memimpin penguatan bursa pada sesi pertama.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 71.700 kali pada volume 4,212 juta lot saham senilai Rp 2,031 triliun. Sebanyak 107 saham naik, sisanya 107 saham turun, dan 122 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 900 ke Rp 74.540, United Tractor (UNTR) naik Rp 550 ke Rp 30.650, Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 500 ke Rp 7.300, dan Indocement (INTP) naik Rp 400 ke Rp 18.550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 950 ke Rp 59.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 200 ke Rp 54.000, Sinar Mas (SMMA) turun Rp 175 ke Rp 3.800, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 150 ke Rp 41.050.

Pada awal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 14,80 poin atau 0,36% ke posisi 4.161,38, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,77 poin (0,53%) ke level 711,36. “Bursa Asia pagi ini menguat tipis memfaktorkan data penjualan ritel AS yang lebih baik dari estimasi serta harga minyak yang menguat tipis sebesar 0,17%," kata Kepala Riset Samuel Sekuritas Christine Salim.

Dia menambahkan, mengikuti bursa regional, IHSG akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan menguat didorong dari penguatan saham perbankan seiring kinerja perbankan yang positif pada kuartal pertama 2012.

Dari dalam negeri, kata dia, pemerintah meyakini penerapan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) subsidi dapat diterapkan pada tahun ini. Sementara analis Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan mengatakan, pada perdagangan (Selasa) secara teknikal indeks BEI bergerak "mixed" dengan kecenderungan melemah di kisaran 4.120-4.162 poin. "Data ekonomi AS yang dirilis terutama data Manufaktur bulan April dan data penjualan ritel bulan Maret akan memberikan sentimen terhadap indeks BEI,”paparnya.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 74,20 poin (0,36%) ke level 20.536,44, indeks Nikkei-225 naik 20,43 poin (0,22%) ke level 9.491,07 dan Straits Times melemah 10,50 poin (0,35%) ke level 2.981,62. (bani)

Related posts