Fonterra Berencana Bangun Pabrik Susu di Indonesia - Permintaan Susu Dunia Capai 60%

NERACA

Jakarta - Indonesia menjadi salah satu negara yang menyumbang pertumbuhan permintaan susu dunia. Bersama China dan India, permintaan susu ketiga negara ini bakal mencapai 60% dunia. Guna merespon permintaan susu yang kian meningkat, produsen susu asal Selandia Baru, Fonterra, berencana membangun pabrik pengolahan dan pengemasan susu di Indonesia.

Presiden Direktur PT Fonterra Brands Indonesia Yon Handoyo mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menyediakan nutrisi susu berkualitas tinggi kepada masyarakat di seluruh kawasan ASEAN termasuk Indonesia. Produk susu Indonesia diprediksi akan tumbuh sekitar 50% dalam delapan tahun ke depan.

"Permintaan susu global akan meningkat 100 miliar liter dalam 8 tahun mendatang dan 60% pertumbuhan permintaan tersebut berasal dari Cina, India, dan Indonesia. Investasi kami dalam pengemasan lokal dan kemampuan pengolahan akan membantu memastikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi susu yang sedang tumbuh pesat di kawasan ini," katanya di Jakarta, kemarin.

Yon mengatakan Fonterra saat ini mencari mitra untuk mendirikan dan menjalankan pabrik pengolahan dan pengemasan di Indonesia yang saat ini masih dalam tahap perencanaan. "Saat ini kami sedang dalam tahap diskusi dengan beberapa calon mitra dan tengah mencari alternatif struktur kerjasama serta lokasi. Kami berharap pabrik baru sudah dapat beroperasi dalam waktu 18 bulan, yang akan mengadopsi praktik terbaik dari Fonterra dan mematuhi Standar Mutu dan Kualitas Fonterra," ujarnya.

CEO Fonterra Theo Spierings menambahkan, bahwa rencana investasi Fonterra di Indonesia merupakan bagian dari strategi global perusahaan untuk lebih mempertajam fokus di kawasan ASEAN. Dia mengatakan Asia mengungguli pertumbuhan permintaan produk susu di dunia dan Indonesia memainkan peranan besar dalam permintaan ini.

"Industri susu Selandia Baru telah menjalin kerjasama dengan Indonesia selama lebih dari 40 tahun memasok produk susu berkualitas tinggi dan permintaan produk susu Indonesia diprediksi akan tumbuh sekitar 50% dalam delapan tahun ke depan. Dengan prediksi pertumbuhan yang begitu pesat di Indonesia, kami ingin meningkatkan kemampuan pengolahan dan pengemasan kami di sini untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang bisnis kami," katanya.

Setiap tahun Fonterra memproduksi 2 juta ton susu dan produk turunannya, 80% produk tersebut sudah diproses atau dikemas di berbagai negara. Indonesia adalah pasar terbesar ke-10 bagi Fonterra, di wilayah Asia dan Timur Tengah, Indonesia memberikan kontribusi terbesar sekitar 28%. "Produk-produk Fonterra tersebut akan tetap menggunakan bahan baku asal Selandia Baru, sementara pabrik yang baru akan mendukung proses sekunder produksi dan membantu merespons kebutuhan pasar dengan cepat," jelasnya.

Fonterra selama ini mengolah dan mengemas produk konsumen Anlene, Anmum dan Anchor Boneeto di Selandia Baru atau melalui perusahaan pengemasan di Indonesia atau Asia, sebelum mendistribusikannya ke pasar Indonesia.

Related posts