free hit counter

Disiapkan Surat Edaran Pembebasan Tanah

Guna Lancarkan Jalan Tol

Selasa, 17/04/2012

NERACA

Jakarta--- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera menerbitkan surat edaran (SE) yang ditujukan bagi panitia pengadaan tanah. Adapun SE tersebut guna mendorong pembebasan lahan, khususnya bagi ruas tol yang saat ini dalam tahap pembangunan. “Kalau memang butuh surat edaran sebagai sosialisasi agar pembebasan tanah tetap dilaksanakan, akan diterbitkan di Kementerian PU. Tidak perlu melalui Kemenkumham,” kata Menteri PU Djoko Kirmanto di Jakarta,16/4.

Surat edaran itu menjadi pendahuluan bagi Peraturan Presiden (Perpres) turunan dari Undang- Undang (UU) No 12/2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Pembangunan bagi Kepentingan Umum, yang belum diterbitkan.

Rencana penerbitan surat edaran itu dilakukan menyusul saat ini hampir sebagian kegiatan pembebasan tanah terhenti akibat kekhawatiran panitia pengadaan tanah telah melanggar aturan yang tertuang dalam UUTanah tersebut.

Lebih jauh kata Djoko,seharusnya kondisi tersebut tidak terjadi karena kegiatan pengadaan tanah tetap bisa dilaksanakan dengan aturan hukum yang berlaku sebelumnya. Namun demikian, kata Djoko lagi, sebelum Surat Edaran itu diterbitkan, pihaknya akan mengevaluasi wilayah atau ruas mana saja yang kegiatan pembebasan tanahnya terhenti setelah disahkannya UU No 12/2012 tersebut. “Tujuannya agar nantinya pemerintah bisa memberikan imbauan langsung pada pemda (pemerintah daerah) atau panitia bersangkutan,untuk tetap melaksanakan kegiatan pembebasan tanah dengan menggunakan aturan lama yang berlaku selama ini,” tambahnya

Sementara itu, Duta Besar RI untuk China dan Mongolia, Imron Cotan di Beijing, mengatakan sejumlah pimpinan perusahaan ternama di Republik Rakyat China menyatakan minatnya untuk menanamkan investasi di Indonesia di bidang manufaktur. "Delegasi para calon investor RRT ini akan langsung berkunjung ke Indonesia guna menjajagi kerja sama dengan Pemerintah Indonesia dan melakukan pertemuan bisnis dengan mitra potensial mereka di Jakarta," katanya, terkait pertemuannya dengan 15 pimpinan perusahaan China di Suzhou, pada Minggu (15/4).

Dalam pertemuan yang diselengarakan Aigo Entrepreneurs Alliance Imron Cotan memberikan paparan mengenai prospek berinvestasi di Indonesia. Tak kurang dari 500 pengusaha China dari beragam sektor, mulai dari manufaktur, infrastruktur, agribisnis, energi dan pertambangan hingga properti, yang ingin melebarkan prospek bisnis mereka ke luar negeri, hadir dalam pertemuan tersebut.

Dalam paparannya, Dubes Imron Cotan mengajak para investor China untuk menanamkan modal mereka di Indonesia mengingat tingginya `Return of Investment. "Indonesia baru saja mendapatkan peringkat layak investasi dari The Fitch dan The Moodys berkat kuatnya tingkat pertumbuhan ekonomi nasional yang pada tahun 2011 mencapai 6,5 persen dan tahun ini ditargetkan hampir mencapai 7 persen," jelasnya

Imron menambahkan,"Sebagai perekonomian terbesar di Asia Tenggara dengan Gross Domestic Product (GDP) tahun lalu mencapai lebih dari triliun dolar AS, Indonesia kini menjadi anggota `The Trillion Dollar Club yang ditopang kestabilan politik domestik yang mantap, sehingga terdapat jaminan bagi kelangsungan investasi. Untuk itu, Indonesia menawarkan banyak peluang bagi para investor asing, termasuk China.

Menurut Imron, Indonesia bukan sekedar mitra strategis China, namun juga secara potensial menjadi basis produksi para investor China yang ingin melakukan penetrasi ke pasar ASEAN. "Dalam kaitan ini, KBRI Beijing akan berkomitmen untuk membantu memfasilitasi rencana investor RRT yang akan menanamkan modal mereka ke Indonesia," jelasnya. **cahyo