Perbankan Jangan Bosan Sosialisasikan KUR

NERACA

Kebumen---Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sjarifuddin Hasan mengatakan hingga saat ini kredit usaha rakyat masih perlu disosialisasikan kepada masyarakat supaya bisa dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan usaha perekonomian. "Para pimpinan cabang perbankan kabupaten dan kecamatan harus terus menyosialisasikan KUR agar betul-betul dipahami, terbuka, dan dimengerti masyarakat," katanya saat silaturahim Menteri Negara Koperasi dan UKM dengan para pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah se-Kabupaten Kebumen, di Kebumen, Senin.

Sjarifuddin mengaku hingga saat ini dirinya masih menerima komplain dari masyarakat terkait dengan penyaluran KUR. “Perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat,” tegasnya

Program KUR, kata Sjarifuddin, harus untuk kepentingan usaha produktif dan tidak boleh untuk memenuhi kebutuhan konsumtif. "Yang penting untuk usaha produktif, jangan KUR untuk beli motor, tanah, rumah, atau coba-coba usaha," tambahnya

Lebih jauh Sjarif-panggilan akrabnya menilai, para pelaku usaha yang berminat memanfaatkan program KUR cukup tinggi. Target penyaluran KUR pada 2011 sebesar Rp25 triliun ternyata realisasinya Rp29 triliun, sedangkan pada 2012 dengan target Rp30 triliun. "Kalau melihat permintaan yang tinggi saya yakin perbankan siap menyalurkan lebih dari Rp30 triliun," terangnya.

Dikatakan Sjarif, jumlah permintaan KUR di bawah Rp20 juta dengan bunga maksimal 23 persen per tahun, tanpa agunan, dan bunga menurun, sedangkan di atas Rp20 juta maksimal 13 persen dan menggunakan agunan.

Menurut Sjarif, pentingnya masyarakat yang hendak mengajukan KUR mendapatkan penjelasan secara baik dari kalangan perbankan tentang program tersebut. "Pihak perbankan selama ini telah melaksanakan program KUR dengan baik, terbukti pada tahun lalu mampu melampaui target pemerintah, kalau masih ada masyarakat yang belum paham, hal itu masih bisa dimengerti. Berbagai kelemahan dalam pelaksanaan KUR selalu diperbaiki," paparnya.

Mantan Ketua F-PD DPR ini mendorong semangat kewirausahaan generasi muda harus terus ditumbuhkembangkan sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. "Semangat wira usaha generasi muda harus terus didorong, ditumbuhkembangkan," imbuhnya

Pada masa lalu, kata Sjarif lagi, generasi muda khususnya mereka yang menjalani pendidikan di perguruan tinggi saling bertanya menyangkut kurun waktu kelulusannya. Akan tetapi, katanya, saat ini mereka saling bertanya tentang kurun waktu di antara mereka memulai membuka bisnis. "Dulu mereka saling bertanya tentang kapan lulusnya, tetapi sekarang pertanyaan di antara mereka menyangkut kapan memiliki bisnis," tukasnya

Sjarif mengemukakan perlunya perubahan pola pikir generasi muda itu mendapat penghargaan karena mereka sudah mulai memupuk semangat wira usaha. Mereka, katanya, cenderung bukan lagi memikirkan mencari pekerjaan melainkan menciptakan pekerjaan. "Ada perubahan dari mencari kerja menjadi menciptakan kerja sehingga bisa menarik tenaga kerja, mengurangi pengangguran, dan mengatasi kemiskinan," tandasnya

Dikemukakan Sjarif, upaya mendorong semangat wira usaha kalangan generasi muda antara lain melalui pelatihan dan pembinaan termasuk dukungan bantuan pembiayaan untuk mengembangkan usaha produktifnya.

Pada kesempatan itu ia juga mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2012 sebesar 6,5, angka kemiskinan pada 2011 sebesar 12,36% mengalami penurunan pada 2012 menjadi 10%. Saat ini sekitar empat hingga lima tahun lalu "income" per kapita sekitar Rp10 juta per tahun, pada 2011 Rp30 juta, sedangkan 2012 Rp42 juta. "Pengembangan wira usaha, koperasi, dan UKM sebagai strategi pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan," cetusnya

Kunjungan Menteri Sjarifuddin ke Kebumen juga membuka pasar rakyat dan produk unggulan daerah itu di alun-alun setempat dan Jalan Veteran Kebumen (15-17 April 2012). Pasar rakyat yang terdiri atas 124 gerai produk koperasi dan UMKM setempat antara lain menggelar hasil kerajinan masyarakat, produk makanan, kuliner, batik, cendera mata, dan produk perbankan.

Pada kesempatan itu Menteri Sjarifuddin juga menyerahkan secara simbolis paket sembako kepada perwakilan masyarakat dan meresmikan Koperasi Jasa Keuangan Syariah Umat Sejahtera (Kecamatan Alian). **cahyo

Related posts