Maret, BPS Prediksi Terjadi Deflasi

Selasa, 15/03/2011

Maret, BPS Prediksi Terjadi Deflasi

Bogor—Badan Pusat Statistik memperkirakan kemungkinan besar terjadi deflasi pada Maret 2011 ini. Alasanya ada indikasi sejumlah harga-harga komoditas, terutama bahan pokok terus menurun seperti beras. “Kita melihat bulan ini akan terjadi deflasi,” kata Kepala BPS Rusman Heriawan kepada wartawan di Istana Bogor, Senin 14/3

Lebih jauh kata Rusman, bahkan tak hanya beras, malah beberapa komoditas lainnya juga turut mengalami pelemahan. “Indeks beberapa komoditi kita terus menurun. Dan pada bulan-bulan depan akan terjadi deflasi terus, beras hari ini di Cipinang turun lagi Rp100 kemudian penting juga untuk menjaga harga-harga yang dikendalikan pemerintah dan kita harus menjaga,” tambahnya.

Oleh karena itu lanjut Rusman, dalam jangka pendek ini, Bulog harus tetapkan minumum stok sebanyak 1,5 juta ton. ”Kalau bisa dua juta. Hingga saat ini stok di gudang bulog sudah satu juta lebih,” terangnya.

Ditempat yang sama Menko Perekonomian Hatta Rajasa meyakini akan terjadi deflasi di bulan ini dan beberapa bulan ke depan, karena harga pangan terus menunjukkan penurunan khususnya harga beras. “Soal inflasi, kita melihat ini bulan-bulan sebagai terjadinya deflasi. Kita lihat harga-harga terus menurun seperti beras dan indeks beberapa komoditi kita terus menurun,” ujar Hatta.

Untuk BBM, Hatta juga yakin harga minyak dunia bakal terjaga sehingga pemerintah bisa mengendalikan inflasi dengan baik. Dalam rapat kabinet tersebut, Hatta memaparkan soal rencana ketahanan pangan dan energi kepada predisen. Untuk menjaga inflasi terjaga, pemerintah meminta Bulog untuk menetapkan stok minimal 1,5 juta ton. “Kalau bisa 2 juta ton. Saat ini stok beras di gudang Bulog sudah 1 juta lebih,” imbuhnya. **ruhy