Alasan Ekpansi, Bank BUMN Minta Setoran Dividen Hanya 20% - Pemerintah Masih Mengkaji

Neraca

Jakarta – Industri perbankan BUMN ramai-ramai mengusulkan pembagian dividen 2011 lebih rendah dengan alasan untuk ekspansi bisnis usaha, sebut saja PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengusulkan pembagian dividen 2011 sebesar 20%.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), Gatot Suwandono mengatakan, dividen sebesar 20% dimaksudkan untuk leluasa dalam ekspansi usaha, “Usulan dividen 2011 sebesar 20%, baru akan diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan diadakan lusa nanti,"katanya di Jakarta, Senin (16/4).

Menurutnya, usulan dividen 20% tersebut juga mempertimbangkan capital adequacy ratio (CAR) perseroan. Saat ini, CAR perseroan diperkirakan sekitar 17%. Sementara year to date kredit perseroan ada kenaikan sekitar 0,7%. Namun, dia mengakui, ada penurunan redit cukup tinggi di korporasi sekitar Rp2 triliun pada Januari 2012 .

Hal itu dikarenakan PLN ada melunasi pinjaman. Pihaknya pun akan menjaga komposisi dana murah sekitar 60%-65% dari total dana pihak ketiga (DPK). Terkait obligasi korporasi global perseroan, Gatot mengatakan, pihaknya telah mendapatkan ijin dari Bank Indonesia (BI) untuk menawarkan obligasi global pada semester pertama 2012.

Asal tahu saja, perseroan mencatatkan laba bersih (unaudited) menjadi Rp5,69 triliun pada 2011 dibandingkan tahun sebelumnya Rp4,1 triliun. Kenaikan laba bersih perseroan didukung dari pendapatan operasional selain bunga BNI dari Rp4,53 triliun pada 2010 menjadi Rp6,57 triliun pada 2011. Pendapatan bunga bersih menjadi Rp12,35 triliun pada 2011 dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp11,39 triliun.

Sementara Bank Mandiri juga mengusulkan yang sama dengan BNI untuk pembagian dividen 2011 sebesar 20%, “Pihaknya bersama dengan Bank BUMN lain menginginkan dividen pay out ratio sebesar 20% atau turun 15% dari setorannya ke pemerintah tahun lalu,”ujarnya.

Kata Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli, pihaknya bermohon agar dividen pay out ratio bank mandiri 20% dan diharapkan saham dengan industri perbankan BUMN lainnya. Merespon kondisi tersebut, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, setoran dividen bank BUMN kepada pemerintah akan ditentukan oleh sebuah tim.

Meskipun begitu, setoran dividen bank ke pemerintah harus melihat beberapa faktor, “Sebuah bank punya syarat yang harus dipenuhi dalam pemberian dividen. Kalau tidak sesuai, maka bank tersebut akan melanggar aturan Bank Indonesia (BI),”kata Dahlan.

Dia menuturkan, syarat tersebut dengan mempertimbangkan rasio kecukupan modal (CAR). Nantinya, dividen bank tidak usah diputuskan berapa tetapi harus sesuai dengan aturan BI., “Kalau dia bayar dividen banyak, kemudian bank itu kekurangan penuhi persyaratan BI ya dividennya jangan banyak,"tandasnya.

Meskipun begitu, dia mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah dividen bank nantinya dapat dipukul rata atau tidak. "Tergantung banknya, karena ada ketentuan BI (terkait CAR misalnya) kalau melanggar nanti bisa ditutup," paparnya. (bani)

Related posts